Selasa, 27 Juli 2021

Mengenal Kain Tahan Api

Ada ta kain yang tahan api? Perasaan kain kalau kena api itu ya terbakar hangus, gosong bahkan bisa jadi abu lho. Kita saja jika menyetrika, lalu kelupaan kain bisa jadi bolong, hangus dan rusak kainnya. Lalu apa bisa tahan api?

Ternyata bisa lho. Mimin dapat jawaban setelah menonton video bertemakan militer di channel Lycma Mil-Tech. Link video yang mimin tonton klik tautan channelnya ya.

Di video itu ditampilkan tentara yang sedang uji tembak, tapi mereka memakai penutup kepala dan sarung tangan berwarna putih dari bahan kain, seperti layaknya ninja. Untuk apa?

Ilustrasi antiflash gear

Jadi kain itu berfungsi melindungi bagian kulit yang mungkin terbuka untuk menghindari serangan api jika terjadi hal² yang tak diinginkan, misalkan gagal tembak, terjadi ledakan yang tak disengaja, maka tentara yang bertugas akan terlindungi dari resiko panas atau luka bakar serius.

Kalau sering nonton balapan, kita juga sering lihat pebalap menggunakan balaclava sebelum menggunakan helm, itu ternyata berfungsi sama dengan yang digunakan tentara. Perlengkapan itu diberi nama antiflash gear atau flash gear.

Lalu pertanyaannya, bahan kain apa yang mampu tahan terhadap api itu? Kain itu ternyata berbahan dasar katun.

Wow, katun kain tahan api? Eits jangan buru² begitu ferguso. Kain katun itu diberikan treatment khusus terlebih dulu, ketika melewati treatment itu jenis kainnya berubah nama, yang kita sering dengar dengan istilah Nomex®, sebenarnya ini merk sih. Tapi dikenal umum dengan istilah itu.

Ada pun beberapa merk lain seperti: Kenox® asal Taiwan, Westex® asal Amerika Serikat. Ada pula Kevlar®, Zeromelts®, 

Salah satu contoh bahan kain tahan api. Gambar diambil dari Google Image

Jadi kain katun itu harus diberi molekul khusus yang disebut THPC atau  Tetrakis (hidroksimetil) fhosfonium klorida. Molekul ini dimasukan keserat-serat kain katun tersebut. Molekul ini akan bereaksi ketika terkena panas atau api. Molekul ini akan bereaksi serat kain akan menebal dan mengalami reaksi karbonisasi, penebalan ini memberikan insulasi panas yang lebih dan proses karbonasi menyerap panas dari api, sehingga panas dari api yang mencapai kulit pemakai sudah berkurang dratis. Reaksi ini menyebabkan kain tidak terbakar atau meleleh.
THPC memiliki aplikasi sebagai prekursor untuk bahan tahan api, serta mikrobiosida dalam penggunaan komersial dan industri.
Lain lagi dengan produk tekstil antiflash gear tadi, untuk produk tekstil pakaian pemadam kebarakan menggunakan kain dengan campuran serat asbes, aramid dan Nomex®.

Bahan kain aramid ini mulai digunakan ketika kain serat asbes ini dianggap berbahaya bagi kesehatan.  Kain aramid termasuk dalam klasifikasi kain sintetik fiber. Kain aramid ini sering digunakan sebagai bahan pakaian pembalap mobil dan motor karena sifatnya yang kuat, tahan panas dan api, hingga suhu 53°C.


Ya begitulah kira-kira bagaimana kain tahan api bisa terbentuk, sejatinya kain itu sendiri bukan material tahan api, ada kimia yang membuatnya kuat terhadap api, itu tentunya karena rekayasa.

Semoga bisa menambah pengetahuan kalian semua ya. Mimin ini juga jadi nambah tahu dengan mencari informasi seputar hal ini, ya meskipun tidak cukup lengkap. Tapi bisa jadi pembuka jalan untuk memahami lebih lagi tentang material kain tahan api.

Sampai jumpa disumbangan informasi Warna Warni Dunia Kita yang lainnya ya, membahas tentang dunia fashion atau pertekstilan lainnya. Tetap jaga kesehatan dan imun tubuh, patuhi protokol kesehatan, dan selalu berdoa untuk semua orang tersayang di sekitar kita, semoga kita lekas terbebas dari pandemi ini, salam sehat selalu. SSDK

Sabtu, 24 Juli 2021

Mengenal Jenis-jenis Bahan Kulit Asli

Setelah kita mengetahui perbedaan antara kulit yang asli dan yang sintetis, kali ini mimin mau mencari informasi lain masih tentang kulit juga, tapi kali ini hanya fokus kepada kulit asli.

Kulit asli merupakan kulit yang berasal dari kulit hewan. Kulit hewan yang sering dimanfaatkan untuk diambil kulitnya antara lain ada domba, kambing, sapi, bison, babi, buaya, ular, kadal. Hewan lain yang juga dimanfaatkan kulitnya ada rusa, biasanya kulit rusa ini dimanfaatkan untuk membuat sarung tangan di negara beriklim sedang. Ada pula kulit kangguru, kemudian burung unta, kulitnya juga bisa dimanfaatkan.
Ilustrasi, kulit kangguru. Gambar diambil dari Google Image

Berikut ini jenis bahan kulit berdasarkan asal dari mana bahan kulit itu diambil (dikuliti), sbb.:
- Kulit kambing (goatskin)
- Kulit sapi muda (calfskin)
- Kulit domba (lambskin)
- Kulit bison (buffalo leather)
- Kulit buaya (crocodile leather)
- Kulit kangguru (kangaroo leather)
- Kulit ular (snake skin)
- Kulit burung unta (ostrich leather)
- Kulit babi
Ilustrasi, ini jenis kulit babi. Gambar diambil dari lovepik.com

Jenis kulit asli dari hewan ini punya jenis yang beragam ketika sudah menjadi bahan produk tekstil berdasarkan pewarnaannya, antara lain:
# Kulit anilin (aniline dyed leather): merupakan jenis kulit yang berkualitas tinggi, dimana dalam proses pembuatannya tidak melalui proses buffing (merupakan proses finishing untuk menghaluskan permukaan kulit dengan alat pengasah atau penggosok), lebih mudah dipahami sebagai proses pemolesan. Sehingga tidak ada bahan pelapis pada produk kulit tersebut.

# Kulit semianilin : jenis kulit ini diberikan bahan pelapis berupa zat pewarna sebagai pelindung kulit, tujuannya untuk meningkatkan daya tahan dari kulit itu sendiri dan juga melindungi kulit dari noda dan kotoran.

# Kulit pigmented (warna) : kulit jenis ini memiliki lapisan warna berpigmen, jenis kulit ini akan terlihat mengkilap, berwarna dan menarik. Pigmented ini berfungsi juga meningkatkan daya tahan kulit dan menyamarkan cacat alami pada kulit itu sendiri. Karena kulit alami itu teksturnya sangat alami, tidak bisa mulus sempurna, karena dalam kulit pasti ada cacat bawaan dari hewan yang diambil kulitnya.

# Kulit nappa : kulit jenis ini lebih murah dibandingkan kulit anilin dan semianilin. Jenis kulit ini halus dan lembut, sehingga nyaman dipakai. Kulit ini terbuat dari bahan top grain kemudian dihaluskan (amplas) untuk menghilangkan cacat, lalu kemudian dilapisi pigmen.

# Kulit milling (dry milled leather) : kulit ini diolah dengan cara kulit dimasukan ke dalam drum besar lalu kemudian diputar sehingga menghasilkan kulit yang lebih lembut dan motif benjolan di permukaan kulitnya.


Jenis bahan kulit berdasarkan tingkat kualitasnya, sbb.:
$ Full grain leather : diistilahkan dalam bahasa Indonesia full grain berarti serat maksimal. Merupakan jenis kulit kualitas premium. Jenis kulit ini terkenal ketahanannya (durability) jika dibandingkan jenis kulit lainnya.

$ Top grain leather : pada kulit jenis ini, kulit masih memiliki serat, namun tak sebanyak kulit full grain leather. Perbedaannya perlu dibandingkan secara langsung antara top grain leather dan full grain leather untuk membedakannya secara pasti.

$ Split grain leather : kulit jenis ini biasanya digunakan untuk produk seperti ikat pinggang, dompet dan tas. Kulit jenis ini diambil dari sisa potongan atas (top cut), kulit jenis ini sudah tidak memiliki serat sama sekali.

$ Genuine leather : istilahnya memang sama dengan pelabelan yang menandakan kulit asli, tapi jenis kulit yang satu ini, istilah 'genuine leather' di sini untuk memberikan pemisahan untuk jenis kulit yang paling jelek, kulit yang memiliki kualitas paling buruk ya seburuk-buruknya bahan kulit. Bisa dikatakan kulit jenis ini adalah kulit sisa sortiran yang terbaik. Jadi kulit jenis ini dimaknai kulit yang diambil bukan diambil dari kulit yang terbaik, bisa dibilang kulit apa adanya (seadanya, yang penting materialnya kulit yang asli diambil dari hewan, tanpa melihat kualitas kulit tersebut). Satu cirinya adalah 'it's made from genuine leather'.

$ Bonded leather : ini merupakan jenis kulit kualitas terakhir, dimana tidak memiliki serat kulit sama sekali sehingga rentan putus dan terburai, sehingga bentuknya tidak lagi lembaran-lembaran. Kulit jenis ini perlu pengolahan lebih lanjut agar dapat dibuat produk.


Sebenarnya ada pelajaran yang perlu diketahui lagi, yaitu jenis kulit berdasarkan cara pengolahannya. Tapi mungkin bahasan satu itu akan dibahas dicatatan yang lainnya. Soalnya, mimin sendiri sudah cukup 'terkuliti' memahami dan mempelajari jenis-jenis kulit alami di atas, ya kalau kata catatan sebelumnya 'genuine leather'.

Tapi pada postingan kali ini, kita jadi dapat pelajaran, terkadang penjual produk tekstil menjual istilah 'genuine leather' untuk menarik pembeli, karena dianggap kualitas kulit terbaik adalah kulit asli atau yang mendapat label 'genuine leather', namun ternyata pada pelajaran kali ini kulit jenis ini merupakan kulit paling buruk yang merupakan sortiran terakhir dari kulit-kulit yang berkualitas terbaik.

Jadi menambah pengetahuan bukan, ya untuk hari ini pelajarannya dicukupkan segini dulu, kita lanjutkan bahasan bahan tekstil lain ya. Sampai jumpa dicatatan berikutnya. Oh iya, untuk informasi dengan topik seperti itu, nanti akan disubmit oleh akun lain ya. Supaya tidak bingung, lihat label diakhir catatan.

Untuk informasi atau pelajaran yang mimin peroleh hari ini, mimin peroleh dari beberapa tautan link di bawah ini. Ini juga melanjutkan catatan yang diposting sebelumnya, berjudul Mengenal Bahan Kulit Dari Bedanya, jadi kalau mau merujuk ke sumber informasi catatan ini bisa klik tautan di bawah ini. FN


Sumber Informasi:
Spirit Garment. Cara Membedakan Bahan Kulit Asli dan Sintetis | diakses tanggal 22 Juli 2021
Wilter | diakses tanggal 23 Juli 2021
Padukata. 31+ Jenis Bahan Kulit Dalam Pembuatan Tas, Dompet, Sepatu dll | diakses tanggal 23 Juli 2021

Jumat, 23 Juli 2021

Mengenal Bahan Kulit Dari Bedanya

Jika kita mengenal bahan untuk membuat pakaian selain kain ada bahan lain yang mungkin dipilih untuk membuat produk pakaian atau produk lainnya, entah untuk jaket, blazer, celana, hingga rok, bahkan topi, sarung tangan dan sepatu saja ada yang menggunakan bahan kulit. Ada pula jok mobil ada lho yang menggunakan material kulit.

Kerupuk saja ya ada yang terbuat dari bahan kulit, hmm apa itu? Itu kerupuk rambak, kan terbuat dari kulit kerbau. "Bukan begitu #bambang!"Sabar-sabar, hanya intermesso saja, jangan dibawa serius ya. Nanti emosi lagi kalau dibawa serius.

Kulit saat ini sering jadi pilihan untuk bahan membuat produk tekstil. Bahkan pada jaman prasejarah, ketika manusia belum mengenal bahan kain, manusia purba menggunakan material kulit untuk dijadikan sebagai pelindung tubuh yang manusia modern mengenalnya sebagai pakaian. Kulit hewanlah yang jadi bahan untuk material kulit untuk jadi pakaian mereka.

Saat ini untuk membuat produk kulit, kulit hewan seperti domba, kambing, sapi, buaya, ular, harimau, cheetah, macan tutul, bahkan hingga babi dimanfaatkan untuk diambil kulitnya, demi menghasilkan bahan kulit terbaik. Namun, tidak bisa seenaknya, lembaga konservasi punya aturan agar tidak terjadinya eksploitasi, karena untuk hewan seperti harimau, cheetah atau macan tutul, yang sudah berada dalam kategori kritis tidak diperkenankan untuk diambil kulitnya sebagai komoditas tekstil.

Ilustrasi bahan kulit. Sumber gambar diambil dari Google Image.

Ayam tidak masuk hitungan ya, kalau ayam diambil kulitnya buat bahan pakaian, mimin makan kulit crispy dari kulitnya siapa dong .... 

Produk tekstil berbahan kulit yang asli dari hewan harganya cukup mahal, itu pasti, karena untuk mendapatkan material kulit yang asli dari hewan itu harus mengorbankan hewan tersebut, artinya hewan tersebut harus mati. Ada harga yang harus dibayar untuk itu. Sedikit berbeda dengan produk tekstil berbahan wool yang diambil dari bulu domba, domba-domba wool yang diternak hanya diambil kulit wool bagian luarnya saja, tidak sampai kulit tubuhnya.

Mensiasati hal itu, ada yang namanya kulit sintetis atau kulit buatan. Jadi ada dua jenis bahan kulit, yaitu kulit asli yang berasal dari kulit hewan dan kulit sintetis atau kulit buatan.

Perbedaan antara kulit asli dan kulit sintetis dapat dilihat dari beberapa hal, diantaranya:
# Harga : kulit asli harganya cenderung dan pasti lebih mahal daripada kulit sintetis, kecuali ada yang mengaku-aku menjual kulit asli dengan harga mahal, padahal itu adalah kulit sintetis yang dibuat seolah-olah menyerupai kulit asli.

# Tekstur kulit : kulit asli itu cederung lebih halus, meski tergantung juga pada kualitas. Kulit aslin pun bisa terasa halus, namun pembedanya tidak terasa alami, karena lebih terasa seperti plastik ketika kita menyentuh dan merasakannya.

# Fisik kulit : karakter kulit selalu mempunyai pori-pori, kulit asli mempunyai pori-pori yang tidak beraturan, karena itu alamiahnya dari kulit hewan. Sedangkan kulit sintetis pori-porinya cenderung lebih rapih, beraturan dengan jarak yang konsisten.

# Aroma : kulit asli akan mengeluarkan aroma alaminya yang tidak dapat ditiru. Sedangkan kulit sintetis cenderung mengeluarkan aroma bahan kimia atau aroma karet atau bau vinyl.

# Kerapihan produk : kulit asli cenderung tidak rapih, kasar pada bagian tepiannya, karena kulit yang diambil dari hewan ukurannya tidak pasti sama percis, bisa berbeda-beda tergantung ukuran hewannya. Sedangkan kulit sitentis pada bagian tepiannya akan lebih rapih dan sempurna.

# Pelabelan : kulit sintetis umumnya menggunakan istilah manmade materials atau fabrics materials atau syntetic leather dll.. Sedangkan untuk kulit asli pelabelannya 'genuine leather'.

# Perawatan : kulit asli perlu perawatan khusus dibandingkan kulit sintetis, kulit asli jika tidak dirawat dengan baik, maka akan merusak tekstur dan keawetan kulit itu sendiri. Perlu penyimpanan di tempat yang baik, tidak asal simpan saja. Kulit asli tidak terlalu menimbulkan bekas ketika dilipat, sedangkan kulit sintetis akan menimbulkan bekas lipatan.


Produk berbahan kulit asli memang memberikan prestis tersendiri bagi yang memakainya, ada nilai tersendiri bagi pemakainya. Lalu, kalau kalian bagaimana, memilih kulit asli atau kulit sintetis?

Kalau mimin sih, ya yang mana saja, asal baik, bagus, enak dipakainya dan tentunya ya harganya tidak menguras kantong sih. Kalau kalian pasti punya pendapat berbeda, mimin kembalikan kepada selera masing-masing saja ya.

Segitu saja deh catatan kali ini dari mimin, bisa menambah pengetahuan bagi yang awam, yang baru sekedar mengenal material bahan-bahan produk tekstil, salah satunya ya kulit ini. Kalau mimin sih, kalau kulit ayam crispy tentunya suka banget, kriuk-kriuk-krenyes-krenyes. Ah jadi laper nih, kita lanjutkan ditopik lainnya lagi ya. Sampai jumpa lagi dicatatan berikutnya, senang bisa menyapa kalian melalui catatan ini. FN

Kamis, 22 Juli 2021

Mengenal Asal Usul Menyulam dan Sedikit Nostalgia

Ketika mendengar kata 'menyulam', mimin seperti terbawa ke masa lalu, ke masa dimana ketika mimin masih mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun, mungkin kalau tidak salah jaman mimin masih sekolah menengah pertama.

Kala itu ada mata pelajaran kesenian, dimana ada tugas untuk menyulam. Mimin tidak begitu suka, meskipun mimin punya ibu yang cukup paham soal jahit-menjahit, tapi mimin tidak begitu menyukainya kala itu. Meski begitu tugas kerajinan itu tetap selesai, ya dengan bantuan ibu juga sih pada akhirnya.

Menyulam merupakan salah satu proses produksi dalam kerajinan tekstil. Menyulam bisa disebut juga membordir. Tapi pada umumnya menyulam dilakukan dengan tangan dan membordir lebih dikenal dilakukan dengan mesin, yaitu mesin jahit atau mesin khusus bordir.

Menyulam adalah proses memperindah penampilan permukaan kain. Seperti pelukis yang memperindah kanvas putih dilukis dengan cat dan kuas, sedangkan menyulam menggunakan benang dan jarum. Bahan dasarnya, benang ini dari wol, linen dan sutera.

Proses sulaman sendiri terbagi menjadi lima jenis antara lain sulam datar, sulam terawang, sulam timbul, sulam benang dan sulam kiraan jahitan. Ups, sulam bibir gak masuk hitungan ya, ini hanya intermesso.

Hal pelajaran yang saya ingat dalam sulam-menyulam ini, ada beberapa teknik tusukan dalam proses merajut benang, kalau gak salah ingat itu ada tusuk jelujur, tikam jejak, tusuk silang, flanel, feston, rantai, batang, dll. Mari kita coba mundur kebelakang, mencari tahu dan memahami sejarah dari kerajinan satu ini.

Ilustrasi kegiatan menyulam. Gambar diperoleh dari Google Image



Sejarah Menyulam
Seni menghias atau menyulam ini pertama kali ditemukan di Mesir. Menyulam diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-14 sebelum masehi.

Dibeberapa kebudayaan, menyulam ini biasanya jadi kewajiban untuk gadis-gadis yang akan menikah harus menyulam pakaiannya sendiri untuk upacara pernikahan.

Di China sendiri, tercatat dalam dokumen sejarah, sulaman dikenal sekitar tahun 2255 SM (baca: sebelum masehi). Hasil sulaman banyak dihasilkan dijaman Dinasti Chang (1766-1122 SM), menggunakan benang emas dan perak, guna menghiasi jubah kaisar yang berbahan sutera hitam.

Pada masa Dinasti Chou (475-221 SM) bentuk sulaman relatif sederhana. Seiring waktu, pla motif sulaman makin artistik pada masa Dinasti Han (206-22 SM) dimana pada masa itu Tiongkok mengalami masa keemasannya.

Selanjutnya pada masa Dinasti Ming (1368-1644) seni sulaman mulai berkiblat ke bisnis dan profesionalisme. Selain di China dan Mesir, perkembangan sulam-menyulam ini juga terjadi di Persia Purba, Babilonia, Israel dan Suriah. Bahkan Eropa pun tak luput mengalami perkembangan sulaman ini, dimana motif-motif dekorasi meluas di kawasan Kekaisaran Roma bagian timur. Jubah-jubah di lingkungan istana, biara-biara, hiasan dinding dan perlengkapan rumah tangga tak lepas dari seni sulaman ini. Bahkan di Inggris, keterampilan menggunakan jarum teknik tinggi jadi keterampilan prasyarat seorang putri bangsawan.

Di Indonesia sendiri kerajinan sulaman ini masuk melalui pedagang-pedagang China pada abad ke-18 masehi. Produk tekstil hasil sulaman ini pada awalnya hanya dikenakan oleh mereka yang bergelar bangsawan atau anggota kerajaan saja. 

Dalam kamus bahasa Indonesia, kata 'sulaman' berarti suji atau tekad. Iya karena memang benar, dalam proses menghasilkan produk tekstil sulaman ini membutuhkan tekad dan niat yang ekstra, karena memang benar-benar membutuhkan jiwa seni yang tinggi.

Tuntutan permintaan akan hasil karya sulaman ini akhirnya menutut kecepatan, dan otomatisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Revolusi industri (1750-1850) yang terjadi di Eropa memulai perkembangan proses sulaman menggunakan mesin, yang kita kenal dengan mesin bordir.

Mesin bordir pertama adalah Hand-Embroidery Machine ditemukan di Prancis tahun 1832 oleh Josue Heilmann. Mesin tersebut menggunakan kombinasi mesin tenun dengan tenaga wanita yang menyulam tekstil dengan tangan.



Untuk saat ini, sulam lebih dilakukan untuk hobi, tapi jika hasilnya baik, bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan jika dijual. Kreasi inovatif dan menarik tentunya memberikan nilai jual tersendiri terhadap karya seni satu ini.

Ingatkan benda satu ini, hope ring sulam? Ini dia yang tidak bisa dilepaskan ketika kita sedang mengerjakan kerajinan sulam tradisional menggunakan tangan. Ketika kecil saya sering menggunakan alat ini alih-alih sebagai simpai emasnya kera sakti. Ada-ada saja ya ulah anak-anak ketika kecil. Barulah setelah saya sekolah, baru tahu fungsi kegunaannya.

Berikut ini apa saja sih yang perlu disiapkan untuk menyulam tradisional menggunakan tangan, yang sering biasa dilakukan di rumah tangga atau kerajinan tugas sekolah:
# Siapkan jarum sulamnya, itu yang penting, kalau karena ini adalah salah satu alat utama dalam menyulam, seperti kuas dan cat.

# Selanjutnya adalah siapkan benangnya, sama seperti mau melukis, jika tidak ada catnya, mana bisa menghasilkan lukisan yang indah. Untuk itu dalam menyulam diperlukan benang berwarna-warni sesuai kebutuhan pola dan motif yang akan dibuat.

# Widangan atau bentang atau hope ring sulam. Ini bisa terbuat dari bahan kayu atau plastik.

Ini dia yang namanya widangan atau hope ring sulam, dulu saya gunakan alat ini untuk mainan sebagai simpay emas kera sakti. Kadang ibu sering ribut saja mencari alat ini karena dibuat mainan kita anak-anaknya. Gambar diperoleh dari Google Image

# Gunting, itu sudah pasti harus disiapkan, untuk motong-memotong menggunakan apa kalau tidak menggunakn gunting.

# Rader dan karbon jahit. Alat ini digunakan untuk menggambar pola pada bahan kain. Rader merupakan alat seperti pena tapi bergerigi dan karbon jahit berfungsi sebagai alas ketika rader digunakan, dimana akan memberikan warna atau jejak rader pada kain.

Alat ini juga tak luput untuk mainan mimin dulu ketika masih kecil, saya gunakan untuk motor-motoran ceritanya (diimajinasi), saya tekan ke sofa kain, ke tembok, ke lemari kayu. Karena aktivitas ini sering saya dimarahi karena menimbulkan bekas dipermukaan yang saya tekan menggunakan alat ini, secara alat ini kan seperti gerigi besi. Gambar diperoleh dari Google Image

# Bidal merupakan alat bantu untuk melindungi tangan dari tusukan jarum, alat ini juga bisa digunakan sebagai alat bantu mendorong jarum ketika sulit menusuk kain.


Ini model bidal, ada yang seperti gambar yang atas dan seperti gambar ini. Gambar diperoleh dari Google Image

# Unpicker merupakan alat pendedel jahitan, berfungsi membuka atau membongkar jahitan yang kurang tepat.

Ini dia yang namanya unpicker. Gambar diperoleh dari Google Image

# Kapur jahit digunakan untuk memberi tanda batas pemotongan pada pola. Ini kapur jahit ya, bukan kapur semut lho. Lagi-lagi intermesso lho.

# Alat bantu pemasang benang. Nah ini sih lebih ke oposional, sebagai alat bantu saja untuk memasukan benang ke jarum, biasanya kan kalau yang matanya sudah rabun agak sulit tuh memasukan benang ke jarum, dengan alat bantu ini akan mempermudah.

Ini dia alat bantu untuk memasang benang, mimin dulu pertama kali mendapatkan alat ini ketika ditawarkan oleh pedagang asongan ketika pertama kali ke Jakarta, mimin bawa alat ini ke ibu mimin dan beliau sangat terbantu dengan alat ini. Gambar diperoleh dari Google Image


Itulah dia kira-kira cara mimin bernostalgia masa sekolah dulu ketika mengingat kata 'menyulam'. Sekalian merefresh dan menambah pengetahuan. Kebetulan, masa pandemi ini memaksa orang untuk stay at home.  Jika hanya di rumah tanpa melakukan sesuatu yang tidak produktif rasanya sia-sia ya. Hmm, dengan menyulam ini sepertinya bisa jadi salah satu cara sih mengisi kegiatan yang produktif, sekalian juga membangkitkan memory nostalgia, terutama bagi yang pernah senang dengan aktivitas atau hobi satu ini.

Segitu saja sharing dari mimin ya, siapa tahu bisa membangkitkan memory masa lalu kalian semua ya, yang kebetulan mampir ke blog ini. Sampai jumpa lagi dicatatan lainnya, ya masih gak jauh-jauh dari serba-serbi jarum dan benang.

Selalu jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak, ingat 5M ya. Salam sehat selalu. FN

Rabu, 21 Juli 2021

Mencari Tahu Tentang Jarum Jahit

Jarum, merupakan salah satu komponen penting dalam urusan jahit menjahit. Bentuknya batang besi, kecil dan tajam, di belakangnya ada lubang untuk menempatkan benang. Pernahkah bertanya, dari mana asal-usul jarum ini?

Mimin SSDK sih bertanya dalam hati, oleh karena itu mimin cari tahu dan berbagi di sini. Mari kita simak bersama ya.

Ilustrasi sebuah jarum jahit tangan yang sudah dimasukan benang, siap untuk digunakan. Sumber gambar diambil dari Google

Jadi jangan dipikir bahwa jarum itu ditemukan oleh manusia modern. Jangan bayangkan seperti lampu bohlam yang ditemukan atau diciptakan oleh Thomas Alfa Edison. Jarum itu justru sudah ditemukan jauh² sebelum manusia modern hidup dan berbudaya.

Manusia jaman pra sejarah sudah memahami kebutuhan akan jarum, dan fungsi jarum itu sendiri. Meskipun jarumnya berbeda dengan jarum modern yang kita kenal.



Pada tahun 2016 lalu kanal berita swasta nasional menginformasikan bahwa telah ditemukan sesuatu yang diduga jarum, di sebuah gua di daerah Siberia. Barang yang diduga jarum itu masih bisa dipergunakan. Diperkerikan jarum tersebut berusia lebih dari 50.000 tahun.


Jarum tersebut terbuat dari tulang burung purba. Para ahli Rusia memperkirakan jarum tersebut dibuat bukan oleh Homo sapiens atau Neanderthal, melainkan oleh spesies manusia purba generasi sebelumnya lagi yang telah lama punah yaitu Denisovans.

Jarum yang ditemukan ini mempunyai ukuran 3 inchi, lengkap dengan lubang benang. Merupakan jarum purba yang terpanjang yang pernah ditemukan. 

Jarum lainnya terbuat dari tulang hewan dan kayu. Jarum pra sejarah lainnya yang terbuat dari tulang ditemukan setelah penggalian di daerah Alby, Swedia, diperkirakan jarum temuan itu berasal dari 6000 tahun sebelum masehi.

Jarum jahit masa prasejarah masih sangatlah kasar, tidak seperti jarum jahit modern. Namun fungsinya hampir sama yaitu menyatukan dua bahan lembar menjadi pakaian. Kalau jaman purba dulu, lembarannya adalah kulit hewan. Sedangkan jaman modern bahan tersebut adalah kain atau juga kulit hewan seperti kulit buaya, sapi, kambing dll.




Jarum jahit modern terbuat dari logam, kawat baja karbon tinggi yang dilapisi nikel atau emas, yang berguna untuk mencegah karat. Jarum jahit modern mulai dikenal sekitar abad ke-14.

Jarum jahit modern punya ukuran yang beragam, dimana dinyatakan dengan nomor. Berdasarkan konvensi, makin kecil nomor jarum maka makin besar ukuran jarumnya. Misalnya jarum no. 1 punya ukuran lebih panjang dan diameter lebih besar. Sedangkan jarum no. 10 punya ukuran lebih pendek dan diameter lebih kecil.

Jarum jahit untuk tangan berbeda dengan jarum jahit untuk mesin. Jarum jahit untuk jahit menggunakan tangan ukurannya lebih kecil untuk diameternya, sedangkan jarum jahit untuk mesin jahit punya diameter lebih besar.


Seiring perkembangan waktu jenis² jarum untuk jahit banyak ragamnya, berikut ini beberapa jenis jarum, sbb.:
# Jarum sharp (jarum serbaguna). Jarum jenis ini biasanya digunakan untuk menjahit menggunakan tangan. Ukurannya panjang dengan diameter kecil, dari 1,6 inchi - 2,4 inchi.



# Jarum bordir atau jarum wol. Jarum ini modelnya serupa dengan jarum sharp hanya punya ukuran diameter lebih besar, mata jarum lebih panjang agar mudah memasukan beberapa helai benang sekaligus, dari benang wol.



# Jarum mesin jahit. Baik untuk mesin jahit manual, semiotomatis dan otomatis.



# Jarum mesin jahit industri.



# Jarum mesin obras. Jarum mesin obras ini lebih pendek dari jarum mesin jahit pada umumnya. Pada mesin obras, digunakan tiga batang jarum sekaligus. Jenis jarum yang dipakai berkode DCx1, DCx27, B27.



# Jarum kembar. Jarum ini punya dua mata jarum.



# Jarum tapestri. Jarum jenis ini punya mata jarum besar dan ujung jarum tumpul untuk membordir. Jarum jenis ini ada yang punya dua mata jarum sekaligus.




Tidak banyak informasi yang mimin bisa peroleh dari mencari tahu asal-usul jarum jahit ini. Yang jelas, manusia pra sejarah sudah mengenal alat bantu satu ini untuk merajut bahan yang kita kenal sekarang sebagai pakaian. Hanya saja bentuk fisik jarum dulu dan sekarang berbeda. Ditambah lagi jenis jarum modern banyak ragamnya.

Segitu dulu sharing informasi dari mimin SSDK. Kalau ada kurang² dan mimin dapat info tambahan akan mimin tambahkan. Sampai jumpa di postingan berikutnya. SSDK

Selasa, 20 Juli 2021

Mengenal Beberapa Merk Mesin Jahit

Pada postingan sebelumnya, mimin pernah membagikan sharing mesin jahit pilihan untuk pemula, di sana mimin sempat sebutkan beberapa merk mesin jahit yang bisa jadi rujukan pilihan. Ada yang merupakan merk yang sudah dikenal, ada yang masih asing ditelinga, apalagi bagi pemula yang baru terjun ke dunia jahit-menjahit.


Kali ini mimin mau sharing informasi singkat saja, mengenai merk-merk mesin jahit tersebut, berasal dari negara mana, dan sejak kapan mesin jahit itu eksis memperkenalkan produknya, hingga sampai pada jaman sekarang ini.

Informasi yang mimin peroleh ini, mimin peroleh dari googling dan browsing, untuk menambah informasi yang mimin sajikan di bawah ini, jika ada koreksi, mohon dikoreksi dikolom komentar ya. Oh iya, urutan merk yang disebut, ini berdasarkan tahun merk itu mulai ada, bukan pada preferensi pilihan mana yang terbaik, karena bukan pada kapasitas itu mimin menentukan.

Bagi kita yang di Indonesia, anak-anak generasi 80-an, pasti tidak asing dengan merk mesin jahit satu ini, orang tua kita pasti pernah punya mesin jahit merk ini di rumah. Mesin jahit model mekanik, dengan pedal mekanik yang dihubungan dengan tali seling.


Singer berdiri pada tahun 1851, dengan nama I. M. Singer & Company, New York, Amerika Serikat. Merupakan perusahaan mesin jahit yang berasal dari Amerika Serikat. Singer merupakan perusahaan pertama yang memasarkan mesin jahit. Pendirinya bernama Issac Merritt Singer & Edward Clark. Tahun 1865 perusahaan ini berganti nama menjadi Singer Manufacturing Company. Kemudian berganti nama lagi pada tahun 1963 menjadi The Singer Company.

Beberapa mesin jahit legendaris milik Singer antara lain: Singer 12K Fiddle-Bed (1878), Singer 66 (1922), Singer 99 (1939), Singer 222K (1954).

Tahun 2006, dikabarkan Singer melakukan merger dengan dua perusahaan mesin jahit asal Eropa yaitu Husqvarna Sewing Machines (1872) asal Swedia dan PFAFF (1862) asal German, ketiga merk ini bergabung menjadi SVP Worldwide.


Merk satu ini dikenal banyak orang sebagai pabrikan elektronik printer, scanner dan alat-alat periperal komputer dan elektronik lainnya. Tapi ternyata, merk Brother juga punya mesin jahitnya dan cukup dikenal dikalangan penjahit.


Brother sendiri merupakan brand asal Jepang. Sejarah awalnya sebelum merk Brother ini dikenal, pendirinya adalah Kanekichi Yasui merupakan ayah dari para pendiri Brother Industries, Ltd., mendirikan Yasui Sewing Machine, Co. tahun 1908. Tahun 1925 Masayoshi Yasui mewarisi perusahaan dan mengganti nama perusahaannya menjadi Brother's Sewing Machine Co. Masayoshi merupakan anak tertua dari sepuluh bersaudara.

Mesin jahit legendaris Brother, mesin jahit Chain-Stitch (1928) digunakan untuk menjahit topi jerami. Kemudian ada mesin jahit rumah tangga pertama Brother (1932).

Pada tahun 1936 di bawah Nippon Sewing Machine Manufacturing Co., Brother memproduksi mesin jahit industri.

Merk Brother sendiri baru diperkuat pada tahun 1961 dan 1964. Tidak hanya untuk mesin jahit saja tapi juga produk lainnya yang kita kenal saat ini sebagai periperal elektronik komputer dan elektronik lainnya.


3. Butterfly
Ini dia merk mesin jahit yang sudah pernah mimin sebut dicatatan sebelumnya, yang jadi pilihan mimin. Butterfly ini merupakan mesin jahit dari negara China. Butterfly berdiri sejak tahun 1919. Tidak banyak informasi seputar mesin jahit merk ini, bahkan website internasional untuk merk ini tidak saya temukan di pencarian Google. Meski begitu merk ini cukup dikenal dan terkenal lho.




Merk mesin jahit ini pasti asing ditelinga orang awam. Mesin jahit merk ini merupakan mesin jahit asal Jepang. Pada awalnya pabrik mesin jahit ini sudah ada sejak 1921 dengan nama The Pine Sewing Machine, tapi pada tahun 1935 merk Janome pertama kali didirikan dan berganti nama menjadi Janome Sewing Machine Co., Ltd. ditahun 1954. Mesin jahit merk Janome ini punya pabrik di Jepang, Taiwan dan Thailand. Pendirinya bernama Yosaku Ose.




5. Juki
Juki merupakan merk mesin jahit buatan Jepang. Meski begitu, pabrik mesin jahit merk Juki ada di beberapa negara seperti Jepang, China dan Vietnam. Merk ini mulai dikenal sejak pertama berdiri 1938 dengan nama Tokyo Juki Manufacturers Association. Kemudian tahun 1943 berubah menjadi Tokyo Juki Industrial Co., Ltd.


Mesin jahit legendaris Juki HA-1 (1947), Juki DDW-II (1953).


6. Jack
Merk mesin jahit satu ini pasti asing sekali buat pemula. Merk mesin jahit Jack merupakan merk asal negeri tirai bambu, China. Mesin jahit merk ini didirikan tahun 2003, dengan nama Jack Sewing Machine Co., Ltd. Tapi sebenarnya sudah ada sejak tahun 1995.




Selain beberapa merk mesin jahit yang disebutkan di atas, ada pula merk-merk lainnya yang ada di pasar, yang mungkin bisa jadi pilihan diantaranya Takatori, Domestic, Yoko, Jiayie. Merk-merk tersebut mimin tidak banyak dapatkan informasinya, mereka lebih mengenalkan produk mesin jahit portablenya. Berbeda dengan merk mesin jahit kenamaan di atas, mereka punya lini produk mesin jahit portable untuk pemula hingga yang expert, bahkan untuk skala industri heavy use.

Setidaknya ini bisa menambah pengetahuan mengenai merk-merk mesin jahit yang bisa jadi rujukan, jika mau membeli mesin jahit, ya terutama untuk yang baru mau terjun ke dunia jahit-menjahit perlu tahu juga sekilas ya.

Sampai jumpa dicatatan mimin lainnya. Semoga informasi ini membantu ya. Oh iya, di sini mimin tidak sharing informasi tipe-tipe mesin jahit yang modern jaman sekarang ya, hanya informasi histori singkat brand mesin jahit saja. Mungkin dicatatan yang lainnya bisa mimin bagikan, mimin harus riset, cari-cari informasi dulu ya. FN

Senin, 19 Juli 2021

First Look Create & Design by FN

In this post, admin wants to share some of the work of the owner of FashioNelaa. Starting with a hobby, it turns out to be able to produce something.

Below are some of his works:

For more details about his work, you can contact here.


This post only display a small showcase of positive work during the pandemic. Always take care of your health and obey health protocols. Stay at home and keep social distance. FN