Senin, 17 Juli 2023

Anniversary FashionNelaa #2

Hari ini adalah anniversary ke-2 dari blog FashioNelaa. Ya gak nyangka sudah mau menjalani tahun ketiganya, sejak blog ini pertama kali dirilis Juli 2021.

Blog ini memang dibuat khusus untuk membahas serba-serbi seputar fashion.

Blog ini sejauh ini, selama dua tahun eksis belum bisa berbuat banyak sih, ya belum bisa bermanfaat banyak. Manfaat kecilnya ya jadi sarana nambah informasi admin yang rilis informasi di sini.

Ilustrasi, happy anniversary #2, gambar diambil dari Google

Tadinya harapannya blog ini bisa dijadikan sarana publikasi untuk produk² yang dibuat dari hobi si pemilik blog ini. Tapi apa daya, yang diberikan hadiah ini tidak mengindahkan pemberian ini dan sepertinya hobinya hanya sebatas angin lalu belaka. Karena saat ini sedang sibuk kencan bersama mantan napi narkoba demi masa depan, supaya gak repot² berusaha.

So, jadi ya blog ini sementara Mimin dulu kelola, sampai suatu saat memang dibutuhkan. Yups, blog ini memang masih menggunakan nama si pemiliknya karena memang statusnya ya Mimin di sini adalah admin yang mengelola blog ini supaya tetap eksis.

Harapan Mimin sih blog ini bisa tetap ada, ya ikut meramaikan postingan blogger² di internet dengan tema dunia fashion.

Segitu saja deh kata² sambutan dari Mimin admin blog ini. Semoga harapan yang terbaik untuk blog ini bisa tetap eksis dan konsisten mengisi blog dengan postingan terbaru yang bermanfaat. Happy anniversary FashioNelaa. SSDK

Minggu, 09 Juli 2023

Beberapa Jenis / Style Potongan Celana Panjang Jeans Pria

Huuuraaa, sepertinya sudah lama sekali blog ini tidak Mimin kunjungi untuk sekedar update post. Gak mudah memang mengelola blog dengan berbagai genre ditengah kesibukan pekerjaan yang juga full load.

Lalu, kira² ada informasi apa nih yang mau dishare ke sobat fashionelaa kali ini ,setelah bangun dari hibernasinya.

Jadi begini, beberapa waktu lalu Mimin itu lagi sosial media walking, Mimin itu menemukan informasi menarik, dan ini juga Mimin perlu tahu. Apa itu?

Ilustrasi bahan jins, gambar diambil dari Google

Kita kan selama ini tahunya potongan jenis celana jeans pria yang kita pakai ya hanya itu saja, kalau Mimin saat ini hanya pakai yang model slimfit, atau model yang biasa. Nah ternyata ada tuh jenis² atau style potongan celana yang umum dipakai. Postingan ini akan membahas itu. Nah, kalau sobat fashionelaa kira² suka yang model mana?


#1 Loose Fit
Potongan celana ini cocok untuk pengguna yang mempunyai paha, pinggul atau tulang yang besar.

Ilustrasi, loose fit. Gambar diambil dari Google

Modelnya memang tidak pas di pinggul, paha dan kaki, lebih longgar kelihatannya. Sehingga tidak terlalu mengekspos bagian yang nampak besar ini.


#2 Slim Fit
Ini style celana yang umum banyak dipakai, Mimin sering pilih model ini.

Model slim fit jeans. Gambar diambil dari Google

Celana dengan potongan lebih sempit dibandingkan dengan 'straight cut'. Biasanya mengikuti bentuk tubuh penggunanya. Biasanya lebih nyaman digunakan pada pengguna dengan tubuh ramping atau tubuh ideal.


#3 Regular Fit
Ini merupakan potongan model celana yang paling klasik, potongan celana ini lurus dari pinggang hingga ke bagian kaki. Cocok untuk semua bentuk tubuh.

Model regular fit jeans. Gambar diambil dari Google


#4 Bootcut atau Cutbray
Kalau ini misalkan menyebutnya dengan istilah bootcut pasti bingung dan asing, bagi yang awam. Tapi kalau menyebutnya dengan style cutbray pasti orang banyak tahu, bahkan yang awam sekalipun.

Model boot cut fit jeans. Gambar diambil dari Google

Celana ini memiliki potongan melebar di bagian bawah untuk mengakomodir penggunanya yang menggunakan sepatu boot. Itu kenapa istilahnya 'boot cut'.


#5 Skinny Fit
Celana ini mempunyai potongan yang sangat sempit dan biasanya terbuat dari bahan yang elastis untuk kenyamanan. Ya mirip seperti slim fit tadi, yang press body. Sehingga ketika digunakan akan mengikuti bentuk body penggunanya.

Model skinny fit jeans. Gambar diambil dari Google

Biasanya sering digunakan sama pengguna dengan bentuk tubuh lebih ramping, langsing dan singset.


#6 Relaxed Fit
Celana ini mempunyai potongan yang lebih lebar dan longgar dibandingkan dengan potongan straight.

Model Relaxed Fit jeans. Gambar diambil dari Google

Biasanya digunakan pengguna yang memiliki tubuh agak besar atau bagi yang senang bergaya santai.


#7 Stretch Fit
Potongan celana ini memiliki bentuk yang lurus tapi tetap mengikuti bentuk kaki.

Ilustrasi, gambar diambil dari Google

Biasanya diaplikasikan pada bahan Stretch.


#8 Tapered Fit
Potongan celana model ini lebih longgar pada bagian paha, dan mengecil menuju bagian kaki. Secara umum walaupun mengecil tapi tetap terkesan longgar dan tidak press body.

Model Tapered fit jeans, gambar diambil dari Google


Begitulah kira ragam pilihan jenis potongan celana. Umumnya sih mudah dijumpai pada potongan celana berbahan jeans. Tapi secara umum bisa juga diterapkan pada celana dengan model bahan kain lainnya.

Sobat fashionelaa kira² prefered yang mana sesuai dengan selera dan gaya kalian masing²?

Ya segitu saja deh sharing informasi yang bisa Mimin bagikan, untuk membuka hiatus blog ini yang relatif lama. Semoga ya bisa berbagi secara adil diantara blog² lain yang Mimin kelola saat ini. Sampai jumpa dipostingan lainnya. SSDK

Minggu, 31 Juli 2022

Mengenal Apa Itu Cosplay

Menarik kita lihat beberapa waktu lalu fenomena Citayam fashion week, yang akhirnya jadi fenomena kagetan dan menular ke seluruh penjuru Indonesia.


Kebetulan memang karakter orang Indonesia pas jika dikenal bangsa yang kagetan dan seneng dengan niru, jadi ketika ada sesuatu yang viral pasti cepat ditirunya, walau gak semua yang viral ditiru. Tapi umumnya dan belakangan yang terstampel ya begitu.

Hmm bahkan ada lho yang juga niru² hal negatif sewaktu kasusnya "sambo" ramai, seorang polisi di daerah mana itu ngamuk² gara² istrinya gak sengaja kesentuh seorang wartawan yang padahal itu wartawan gak sengaja sentuh karena jatuh, eh diamuk lho sama itu polisi, sempet viral juga beritanya. Ya yang kaya² gitulah, niru² ala² bangsa Indonesia. Kalau itu si niru gak sengaja aja, hanya kebetulan perilakunya sama² arogannya. Tapi penulis emang niatnya nyindir sih.

Kembali ke soal fashion tadi, kali ini pada perayaan 17an di tempat mimin bekerja juga diadakan acara lomba ala² fashion week begitu juga, lenggak-lenggok diatas red carpet.

Hmm, coseplay? Fashion show? Apakah itu hal yang sama? 

Ilustrasi, komunitas cosplay yang sedang berpose dengan karakter dari anime Naruto. Gambar diambil dari Google

Hmm kalau yang awam ya, memperhatikan keduanya nampak serupa. Kalau mimin sendiri sih bisa membedakannya. Kalau menurut mimin dalam sebuah acara fashion show, bebas² saja menggunakan fashion apapun, bahkan coseplay. Tetapi yang umum ketika fashion show, lebih menampilkan trend fashion atau busana yang digunakan sehari-hari, atau momen tertentu, dan lebih layak guna jika digunakan normal. 

Sedangkan ketika kita fashion show dengan kostum coseplay, rasanya hanya bisa dipakai saat tampil momen saat itu saja, rasa² nya jika dipakai harian atau momen yang non hiburan agak aneh ya. Gimana menurut kalian?

Ini dokumentasi mimin ketika menjadi cosplay, jadi seorang hansip, pada event fashion week ala² saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di PT QLI & PT NLP. Gambar dari dokumentasi pribadi. 

Nah pada postingan kali ini mimin mau bahas apa itu coseplay. Kebetulan juga mimin punya sahabat baru yang pernah menggeluti coseplay ini. Jadi mimin dapat banyak informasi dari dia. 

Kebetulan blog ini kan memang membahas soal fashion, dan coseplay juga berhubungan dengan kostum atau pakaian atau dresscode yang digunakan seseorang untuk memberikan tampilan berbeda atau tampilan yang diinginkan, rasanya pas jika membahas soal ini di sini. 


Istilah cosplay, yups yang benar itu 'cosplay', yang mimin tulis diatas itu salah ya, yang bener adalah cosplay, merupakan istilah bahasa Inggris dari sebuah kata Jepang, 'wasai-eigo'. Merupakan gabungan dari dua kata bahasa Inggris, 'costum' dan 'play'. Costum sendiri berarti pakaian dan play berarti bermain. 

Cosplay dikategorikan sebagai hobi mengenakan pakaian berserta aksesorisnya,  berikut dengan riasan wajah seperti yang dikenakan atau menyerupai karakter didalam anime, manga, dongeng, permainan video (video game), penyanyi atau musisi idola,  hingga film kartun, bahkan film² fiksi genre Tokosatsu, film genre hollywood seperti Marvel, DC, Harry Potter, Star Wars, Star Trek atau lainnya. 

Mereka yang memainkan hobi ini dinamakan cosplayer. Di kalangan penggemar cosplayer sering disingkat coser

Cosplay ini sudah menyebar di banyak negara seperti Jepang, Amerika, RRC, Eropa, Filipina, Malaysia hingga Indonesia.

Banyak cosplayer diberbagai belahan dunia sangat totalitas dalam menggeluti hobi ini. Hobi ini pun tidaklah murah, karena untuk menjadi karakter yang diinginkan seorang coser bisa mengeluarkan biaya hingga jutaan lho. Demi mengejar kimiripan dengan karakter yang ditirunya.

Lalu bagaimana sejarah cosplay ini? 

Kalau membaca informasi dari Wikipedia mengenai cosplay, link sumber mimin tautkan dikata Wikipedia y. 

Pada paruh kedua tahun 1960, para fans dari cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika sering mengadakan konvensi fiksi ilmiah, para fans dalam acara tersebut kerap menggunakan kostum yang digunakan oleh karakter dalam film tersebut. Misalnya kostum dari karakter² film Star Trek. 

Pada dasarnya budaya Amerika sendiri sudah mengenal acara pesta topeng (masquerade), pada pesta haloween misalnya. 

Tradisi seperti ini akhirnya juga menular ke negara lain, seperti Jepang, pada dekade 1970an. Di Jepang acara seperti di Amerika itu dimulai dari acara peragaan kostum (costume show). 

Nah istilah cosplay di Jepang sendiri mulai dikenal tahun 1978, pertama kali di daerah Ashinoko, Perfektur Kanagawa, pada sebuah acara pesta topeng konvensi ilmiah Nihon F Taikai ke-17. 

Hingga akhirnya acara ini menjadi perayaan rutin di Jepang. 

Publikasi acara² cosplay ini dimulai dari majalah anime yang memuat berita tentang acara cosplay ini. Pemberitaan mengenai cosplay mulai gencar di Jepang tahun 1980an.

Tahun² selanjutnya acara² serupa ini dijadikan kontes atau perlombaan. Kegiatan ini jadi kegiatan berkelompok yang banyak diikuti oleh anak² muda di Jepang. 

Semakin seringnya acara cosplay ini, munculah fotografer amatir, yang dalam bahasa Jepang dapat sebutan 'kamera-kozo', adalah mereka yang senang memotret kegiatan cosplay


Kategori Cosplay
Nah ada yang perlu kalian tahu juga nih, ada pembagian terkait cosplay ini. Ada pembagian kategori cosplay berdasarkan rujukan karakter yang diperankan. Ini berdasarkan kebiasaan dari event² yang ada. 

1. Cosplay anime/ manga, dimana seorang coser ini memerankan atau meniru karakter² yang ada dicerita anime atau mangga, komik² Jepang atau kartun² Jepang.

2. Cosplay game, dimana seorang coser ini memerankan atau meniru karakter² dari video games, apalagi jaman sekarang banyak bergenre RPG yang punya karakter² tertentu, dan karakter ini yang jadi rujukan para coser.

3. Cosplay Tokosatsu, kalau ini para coser itu memerankan atau meniru karakter² seperti Kamen Rider Black, Ultramen, dll., yang termasuk karakter dari Tokosatsu.

4. Cosplay gothic, kalau ini para coser itu terinspirasi dari karakter bernuansa gelap atau gothic.

5. Cosplay original, kalau ini coser memerankan karakter hasil rekaan sendiri, original buatan atau kreatifitas mereka sendiri.

6. Cosplay dongeng, kalau ini coser memerankan karakter dari cerita² dongeng suatu tempat, misalnya karakter Robin Hood, Brama Kumbara, Pinokio, misalnya, Gajah Mada, atau yang lainnya yang bersumber dari cerita² dongeng.

7. Cosplay hentai, nah kalau ini biasanya tertutup dan tidak terpublikasikan, karena ini adalah genre dewasa. Jadi dimana coser memerankan karakter anime atau manga dengan genre dewasa bahkan ke arah porno kostum, bahkan hingga adegan² intim namun menggunakan kostum tertentu. Kalau kategori ke-7 ini sih tambahan dari mimin saja yang memasukan kategori ini, jadi ini tidak resmi ya, gak usah didebat. Makanya mimin pisahkan dari grup keenam kategori tadi.


Cosplay di Indonesia
Cosplay mulai dikenal di Indonesia pada kisaran tahun 2000an, kala itu ketika kampus bahasa Jepang di Universitas Indonesia mengadakan acara Gelar Jepang UI, pada acara itu diadakanlah event cosplay. Event tersebut hanya diramaikan oleh panitia acara saja. 

Beranjak dari Event Jepang, beberapa pemuda-pemudi (kebanyakan pemudi) di Bandung memperkenalkan gaya Harajuku dan hadirnya cosplayer pertama yang bukan merupakan EO saat itu. Berlanjut hingga sekarang, hampir tiap bulannya selalu ada event cosplay di kota² lain di Indonesia. 


Sharing dari seorang cosplayer
Berbeda dengan postingan mimin kali ini, mimin punya narasumber yang menggeluti cosplayer ini. Ya meskipun dia ini bukan cosplayer profesional, namun dia ini senang dengan aktivitas cosplay. Bahkan dia dan teman² sering memenangkan lomba cosplay pada event² yang dia dan teman²nya ikuti. 

Narasumber mimin ini kita panggil saja, Paul, begitu dia ingin dipanggil. Jangan salah, dia adalah gadis berusia 24 tahun asal Lamongan. 

Pernah mengenyam bangku kuliah di salah satu universitas negeri di Surabaya, mengambil jurusan bahasa Jepang, namun sangat disayangkan karena terkendala biaya membuatnya harus berhenti. 

Seperti yang mimin sampaikan tadi di atas bahwa seorang cosplayer itu dituntut totalitas, mereka berusaha untuk semirip bahkan serupa mungkin dengan karakter yang mau dia tiru. 

Totalitas ini menyangkut soal biaya. Untuk membuat kostum karakter yang diinginkan itu biasanya diperoleh dengan membuat sendiri, dimulai dari design, cari bahan, mengumpulkan aksesoris dll., hingga urusan make up juga harus total. 

Paul bercerita bahwa cosplay jaman sekarang ini lebih enak, jika mereka mampu secara finansial mereka bisa tinggal menyewa kostum yang mereka inginkan. Sedangkan pada jamannya dulu, kostum itu harus dibuat, apalagi bagi cosplayer dengan dana minim.

Dulu, ketika jaman rambut tiruan masih mahal, para cosplayer menggunakan pewarna rambut untuk mewarnai rambut mereka agar mirip dengan karakter yang mau ditiru. Tapi sekarang, tak perlu lagi begitu, karena sudah ada rambut tiruan dan dijual dengan harga relatif lebih murah pada jaman dulu, kisaran nya 350-550ribu per wik. 


Ya kira² begitulah sedikit informasi tentang cosplay. Trend fashion ala² dunia kartun, manga dll. dimasa sekarang ini adalah hal yang umum, jadi gak perlu asing jika melihat orang² berpakaian warna-warni, aneh dan mungkin ada yang mengatakan norak.

Tapi yang pasti saat ini style mereka ini hanya digunakan saat event saja. Belum ada sih sejauh ini style fashion ala cosplay digunakan untuk harian, kerja atau bahkan pesta, kecuali pestanya bertemakan cosplay ya itu cerita lain.

Sekian dulu deh sumbangan postingan dari Mimin, ya mudah²an bisa menambah pengetahuan sobat fashionela dimana pun berada. SSDK

Minggu, 17 Juli 2022

Anniversary Fashionelaa #1

Ini adalah tahun #1 dari blog ini, blog yang khusus membahas tema² fashion. Blog ini sebenarnya adalah blog yang Mimin buat sebagai kado ulang tahun ke-22 si empunya blog ini dibulan Agustus 2021 yang lalu.

Tapi sayangnya sejak diberikan itu, tidak pernah tersentuh. Bahkan tadinya Mimin yang jadi admin yang kelola blog ini jarang sekali ngepost menggunakan inisial FN, sebagai inisial pemilik blog ini. Alhasil, Mimin jadi kontributor utama blog ini.

Si empunya blog ini senang dengan dunia fashion, tetapi belakangan ya sudah terabaikan, karena sibuk meniti masa depan.

Mimin pikir sayang sekali jika blog ini terbengkalai, jadi Mimin tetap jaga dan rawat, dan Mimin terus coba mengisi blog ini, siapa tahu suatu saat si empunya blog membutuhkannya, bisa kembali diserahkan ke pemiliknya.

Tidak disangka, blog ini kini berumur #1, dan harapannya blog ini bisa terus eksis, dan bisa jadi wadah menyalurkan inspirasi atau sarana lain, misalnya etalase shop produk² fashion, apapun itu.

Ilustrasi, gambar diambil dari Google.

Ucapan anniversary untuk blog ini, tahun ini Mimin saja yang isi, selamat ulang tahun ke-1 untuk Fashionelaa, semoga tetap eksis dan bisa bermanfaat dan mengisi listing pencarian di search engine Google, untuk blog² bertemakan dunia fashion.


Segitu saja deh sepatah-dua-patah kata dari Mimin SSDK, untuk blog Fashionelaa ini dihari anniversary ke-1 ditahun 2022 ini. Sedikit flashback ke tahun sebelumnya bisa baca tautan di atas ini. Baiklah, sekali lagi happy anniversary Fashionelaa. SSDK

Selasa, 25 Januari 2022

Kota Mode Dunia, Kenapa Mereka?

Selama ini kita kenal Paris merupakan pusat kota mode dunia, kiblat fashion dunia selalu ke arah kota itu, ibukota dari negara Prancis. Tapi ternyata ada kota dunia lainnya yang memang jadi kiblat fashion selain Paris.

Kota² lainnya adalah London, Milan dan New York. Pernah dengar kota dunia itu? Pastilah pernah lah, acara besar terkait dunia fashion selalu diadakan rutin di kota besar dunia itu.

Pertanyaannya, kenapa mereka saja kota besar yang disebutkan sebagai pusat fashion dunia. Apakah tidak ada kota lain yang bisa jadi patokan pusat fashion? Toh manusia berpakaian tidak hanya ada di kota besar itu, di kota² lain manusia juga berpakaian.

Ilustrasi, gambar diambil dari Google.

Kenapa disebut kota mode? Penyebutan kota mode itu karena di kota tersebut berkembang industri fashion atau mode, design, produksi, hingga ritel produk² fashion, bahkan ajang fashion seperti pameran, dll. kerap diselenggarakan di kota tersebut, sehingga ekonomi kota tersebut bergeliat karena faktor ini.

Selain itu, ada faktor lain yaitu sosio budaya, dimana dimana masyarakat atau penduduk kota itu punya pengaruh yang kuat memberikan inspirasi yang kemudian menjadi tren bagi masyarakat lain baik di kota tersebut maupun di kota² lainnya.

Selain empat kota besar dunia yang disebut di atas, ada kota² lain yang juga tak kalah soal mode dan fashion, seperti:
# Venesia
# Los Angeles
# Roma
# Florence
# Madrid
# Barcelona
# Sao Paolo
# Moskow
# Montecarlo
# Sidney
# Tokyo
# Toronto
# Shanghai
# Dubai
# Buenes Aires
# Chicago
# Mumbai
# Karachi
# Singapore

Itulah kira² kenapa empat kota utama itu dan beberapa kota yang disebutkan itu mampu menjadi tredsetter dunia untuk soal mode dan fashion.

Apakah Jakarta mampu menjadi trendsetter mode dan fashion? Hmm mimin masih belum menilai ke sana, karena sejauh ini kita di Indonesia masih jadi pengikut atau peniru atas mode dan fashion yang ada, Indonesia masih belum punya style nya sendiri.

Mungkin untuk soal warisan budaya Indonesia punya batik dan kain tenun yang cukup unik, hanya itu yang bisa jadi kebanggaan Indonesia saat ini. Tinggal bagaimana kreatifitas orang Indonesia mengulik modal tersebut.

Budaya Indonesia yang beragam dari Sabang hingga Marauke, mimin pikir bisa jadi modal besar jika kultur kreatifitas orang Indonesia tinggi.

Mungkinkan Indonesia jadi trendsetter mode dunia?

Bukan pesimis, tetapi lebih baik Indonesia memilih 'jalan ninja' yang lain, yaitu sisi pariwisata dengan menjual alam yang indah. Rasanya biarlah fashion jadi milik kota² besar itu, Indonesia punya sesuatu yang berbeda yaitu pariwisata.

Semoga bisa menambah sedikit pengetahuan dan informasi ya. Ini jadi postingan diawal tahun 2022 untuk blog ini. Sampai jumpa dipostingan lainnya. SSDK

Jumat, 26 November 2021

Mengenal Bedanya Jahit dan Obras

Ada hal yang perlu diketahu diantara keduanya, jahit dan obras. Bagi orang awam, seperti mimin yang gak memahami dunia baru ini, menganggap keduanya serupa. Padahal sebenarnya berbeda lho.

Nah kebetulan pas mimin lagi baca² artikel diinfografis, bahwa keduanya berbeda. Maka dari itu mimin mau share di sini, meski info sederhana tapi bisa memberi tahu bagi yang awam.

Ilustrasi, proses memotong bahan lalu kemudian dijahit. Gambar diambil dari Google.

Jahit adalah proses menyambungkan dua bahan kain dengan menggunakan jarum dan benang jahit.

Ini bisa dilakukan dengan manual yaitu bantuan tangan alias tanpa mesin. Bisa juga dilakukan dengan bantuan mesin yang juga tetap dioperasikan dengan tangan² juga sih.


Sedangkan obras adalah salah satu teknik menjahit yang dipakai untuk mengikat pinggiran kain agar benang tidak terlepas. Biasanya dilakukan saat proses finishing.

Letak jahitan obras pada pakaian letaknya tersembunyi, namun punya peran penting dalam mendukung keindahan hingga kekuatan jahitan itu sendiri.

Ini salah satu contoh obras. Gambar diambil dari directory Google.

Untuk menjahit dengan teknik obras perlu menggunakan mesin jahit obras, ada mesin khusus untuk menjahitnya. Orang kebanyakan bilang mesin obras, ada pula yang menyebutnya mesin overlock

Jadi begitulah kira² perbedaannya secara sederhana. Jadi gak perlu bingung lagi kan soal jahit dan obras. Konsepnya bisa dipahami dari tulisan cetak tebal saja, supaya memahaminya lebih mudah. Sampai jumpa dicatatan lainnya lagi. SSDK