Minggu, 31 Juli 2022

Mengenal Apa Itu Cosplay

Menarik kita lihat beberapa waktu lalu fenomena Citayam fashion week, yang akhirnya jadi fenomena kagetan dan menular ke seluruh penjuru Indonesia.


Kebetulan memang karakter orang Indonesia pas jika dikenal bangsa yang kagetan dan seneng dengan niru, jadi ketika ada sesuatu yang viral pasti cepat ditirunya, walau gak semua yang viral ditiru. Tapi umumnya dan belakangan yang terstampel ya begitu.

Hmm bahkan ada lho yang juga niru² hal negatif sewaktu kasusnya "sambo" ramai, seorang polisi di daerah mana itu ngamuk² gara² istrinya gak sengaja kesentuh seorang wartawan yang padahal itu wartawan gak sengaja sentuh karena jatuh, eh diamuk lho sama itu polisi, sempet viral juga beritanya. Ya yang kaya² gitulah, niru² ala² bangsa Indonesia. Kalau itu si niru gak sengaja aja, hanya kebetulan perilakunya sama² arogannya. Tapi penulis emang niatnya nyindir sih.

Kembali ke soal fashion tadi, kali ini pada perayaan 17an di tempat mimin bekerja juga diadakan acara lomba ala² fashion week begitu juga, lenggak-lenggok diatas red carpet.

Hmm, coseplay? Fashion show? Apakah itu hal yang sama? 

Ilustrasi, komunitas cosplay yang sedang berpose dengan karakter dari anime Naruto. Gambar diambil dari Google

Hmm kalau yang awam ya, memperhatikan keduanya nampak serupa. Kalau mimin sendiri sih bisa membedakannya. Kalau menurut mimin dalam sebuah acara fashion show, bebas² saja menggunakan fashion apapun, bahkan coseplay. Tetapi yang umum ketika fashion show, lebih menampilkan trend fashion atau busana yang digunakan sehari-hari, atau momen tertentu, dan lebih layak guna jika digunakan normal. 

Sedangkan ketika kita fashion show dengan kostum coseplay, rasanya hanya bisa dipakai saat tampil momen saat itu saja, rasa² nya jika dipakai harian atau momen yang non hiburan agak aneh ya. Gimana menurut kalian?

Ini dokumentasi mimin ketika menjadi cosplay, jadi seorang hansip, pada event fashion week ala² saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di PT QLI & PT NLP. Gambar dari dokumentasi pribadi. 

Nah pada postingan kali ini mimin mau bahas apa itu coseplay. Kebetulan juga mimin punya sahabat baru yang pernah menggeluti coseplay ini. Jadi mimin dapat banyak informasi dari dia. 

Kebetulan blog ini kan memang membahas soal fashion, dan coseplay juga berhubungan dengan kostum atau pakaian atau dresscode yang digunakan seseorang untuk memberikan tampilan berbeda atau tampilan yang diinginkan, rasanya pas jika membahas soal ini di sini. 


Istilah cosplay, yups yang benar itu 'cosplay', yang mimin tulis diatas itu salah ya, yang bener adalah cosplay, merupakan istilah bahasa Inggris dari sebuah kata Jepang, 'wasai-eigo'. Merupakan gabungan dari dua kata bahasa Inggris, 'costum' dan 'play'. Costum sendiri berarti pakaian dan play berarti bermain. 

Cosplay dikategorikan sebagai hobi mengenakan pakaian berserta aksesorisnya,  berikut dengan riasan wajah seperti yang dikenakan atau menyerupai karakter didalam anime, manga, dongeng, permainan video (video game), penyanyi atau musisi idola,  hingga film kartun, bahkan film² fiksi genre Tokosatsu, film genre hollywood seperti Marvel, DC, Harry Potter, Star Wars, Star Trek atau lainnya. 

Mereka yang memainkan hobi ini dinamakan cosplayer. Di kalangan penggemar cosplayer sering disingkat coser

Cosplay ini sudah menyebar di banyak negara seperti Jepang, Amerika, RRC, Eropa, Filipina, Malaysia hingga Indonesia.

Banyak cosplayer diberbagai belahan dunia sangat totalitas dalam menggeluti hobi ini. Hobi ini pun tidaklah murah, karena untuk menjadi karakter yang diinginkan seorang coser bisa mengeluarkan biaya hingga jutaan lho. Demi mengejar kimiripan dengan karakter yang ditirunya.

Lalu bagaimana sejarah cosplay ini? 

Kalau membaca informasi dari Wikipedia mengenai cosplay, link sumber mimin tautkan dikata Wikipedia y. 

Pada paruh kedua tahun 1960, para fans dari cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika sering mengadakan konvensi fiksi ilmiah, para fans dalam acara tersebut kerap menggunakan kostum yang digunakan oleh karakter dalam film tersebut. Misalnya kostum dari karakter² film Star Trek. 

Pada dasarnya budaya Amerika sendiri sudah mengenal acara pesta topeng (masquerade), pada pesta haloween misalnya. 

Tradisi seperti ini akhirnya juga menular ke negara lain, seperti Jepang, pada dekade 1970an. Di Jepang acara seperti di Amerika itu dimulai dari acara peragaan kostum (costume show). 

Nah istilah cosplay di Jepang sendiri mulai dikenal tahun 1978, pertama kali di daerah Ashinoko, Perfektur Kanagawa, pada sebuah acara pesta topeng konvensi ilmiah Nihon F Taikai ke-17. 

Hingga akhirnya acara ini menjadi perayaan rutin di Jepang. 

Publikasi acara² cosplay ini dimulai dari majalah anime yang memuat berita tentang acara cosplay ini. Pemberitaan mengenai cosplay mulai gencar di Jepang tahun 1980an.

Tahun² selanjutnya acara² serupa ini dijadikan kontes atau perlombaan. Kegiatan ini jadi kegiatan berkelompok yang banyak diikuti oleh anak² muda di Jepang. 

Semakin seringnya acara cosplay ini, munculah fotografer amatir, yang dalam bahasa Jepang dapat sebutan 'kamera-kozo', adalah mereka yang senang memotret kegiatan cosplay


Kategori Cosplay
Nah ada yang perlu kalian tahu juga nih, ada pembagian terkait cosplay ini. Ada pembagian kategori cosplay berdasarkan rujukan karakter yang diperankan. Ini berdasarkan kebiasaan dari event² yang ada. 

1. Cosplay anime/ manga, dimana seorang coser ini memerankan atau meniru karakter² yang ada dicerita anime atau mangga, komik² Jepang atau kartun² Jepang.

2. Cosplay game, dimana seorang coser ini memerankan atau meniru karakter² dari video games, apalagi jaman sekarang banyak bergenre RPG yang punya karakter² tertentu, dan karakter ini yang jadi rujukan para coser.

3. Cosplay Tokosatsu, kalau ini para coser itu memerankan atau meniru karakter² seperti Kamen Rider Black, Ultramen, dll., yang termasuk karakter dari Tokosatsu.

4. Cosplay gothic, kalau ini para coser itu terinspirasi dari karakter bernuansa gelap atau gothic.

5. Cosplay original, kalau ini coser memerankan karakter hasil rekaan sendiri, original buatan atau kreatifitas mereka sendiri.

6. Cosplay dongeng, kalau ini coser memerankan karakter dari cerita² dongeng suatu tempat, misalnya karakter Robin Hood, Brama Kumbara, Pinokio, misalnya, Gajah Mada, atau yang lainnya yang bersumber dari cerita² dongeng.

7. Cosplay hentai, nah kalau ini biasanya tertutup dan tidak terpublikasikan, karena ini adalah genre dewasa. Jadi dimana coser memerankan karakter anime atau manga dengan genre dewasa bahkan ke arah porno kostum, bahkan hingga adegan² intim namun menggunakan kostum tertentu. Kalau kategori ke-7 ini sih tambahan dari mimin saja yang memasukan kategori ini, jadi ini tidak resmi ya, gak usah didebat. Makanya mimin pisahkan dari grup keenam kategori tadi.


Cosplay di Indonesia
Cosplay mulai dikenal di Indonesia pada kisaran tahun 2000an, kala itu ketika kampus bahasa Jepang di Universitas Indonesia mengadakan acara Gelar Jepang UI, pada acara itu diadakanlah event cosplay. Event tersebut hanya diramaikan oleh panitia acara saja. 

Beranjak dari Event Jepang, beberapa pemuda-pemudi (kebanyakan pemudi) di Bandung memperkenalkan gaya Harajuku dan hadirnya cosplayer pertama yang bukan merupakan EO saat itu. Berlanjut hingga sekarang, hampir tiap bulannya selalu ada event cosplay di kota² lain di Indonesia. 


Sharing dari seorang cosplayer
Berbeda dengan postingan mimin kali ini, mimin punya narasumber yang menggeluti cosplayer ini. Ya meskipun dia ini bukan cosplayer profesional, namun dia ini senang dengan aktivitas cosplay. Bahkan dia dan teman² sering memenangkan lomba cosplay pada event² yang dia dan teman²nya ikuti. 

Narasumber mimin ini kita panggil saja, Paul, begitu dia ingin dipanggil. Jangan salah, dia adalah gadis berusia 24 tahun asal Lamongan. 

Pernah mengenyam bangku kuliah di salah satu universitas negeri di Surabaya, mengambil jurusan bahasa Jepang, namun sangat disayangkan karena terkendala biaya membuatnya harus berhenti. 

Seperti yang mimin sampaikan tadi di atas bahwa seorang cosplayer itu dituntut totalitas, mereka berusaha untuk semirip bahkan serupa mungkin dengan karakter yang mau dia tiru. 

Totalitas ini menyangkut soal biaya. Untuk membuat kostum karakter yang diinginkan itu biasanya diperoleh dengan membuat sendiri, dimulai dari design, cari bahan, mengumpulkan aksesoris dll., hingga urusan make up juga harus total. 

Paul bercerita bahwa cosplay jaman sekarang ini lebih enak, jika mereka mampu secara finansial mereka bisa tinggal menyewa kostum yang mereka inginkan. Sedangkan pada jamannya dulu, kostum itu harus dibuat, apalagi bagi cosplayer dengan dana minim.

Dulu, ketika jaman rambut tiruan masih mahal, para cosplayer menggunakan pewarna rambut untuk mewarnai rambut mereka agar mirip dengan karakter yang mau ditiru. Tapi sekarang, tak perlu lagi begitu, karena sudah ada rambut tiruan dan dijual dengan harga relatif lebih murah pada jaman dulu, kisaran nya 350-550ribu per wik. 


Ya kira² begitulah sedikit informasi tentang cosplay. Trend fashion ala² dunia kartun, manga dll. dimasa sekarang ini adalah hal yang umum, jadi gak perlu asing jika melihat orang² berpakaian warna-warni, aneh dan mungkin ada yang mengatakan norak.

Tapi yang pasti saat ini style mereka ini hanya digunakan saat event saja. Belum ada sih sejauh ini style fashion ala cosplay digunakan untuk harian, kerja atau bahkan pesta, kecuali pestanya bertemakan cosplay ya itu cerita lain.

Sekian dulu deh sumbangan postingan dari Mimin, ya mudah²an bisa menambah pengetahuan sobat fashionela dimana pun berada. SSDK

Selasa, 26 April 2022

Ada Apa dengan Celana Jins Sobek?

Postingan ini sudah pernah diposting diblog mimin yang lain, waktu itu kepikiran kenapa ya celana jins sobek koq dipakai, ternyata itu adalah tren fashion dan mungkin dengan sedikit informasi ini bisa menambah pengetahuan. 

Tautan asli postingan ini bisa dibaca di sini

_______
Celana jins sobek dibagian paha? Hmm keren? Ya ada yang bilang begitu bagi anak² muda, karena mereka memilih style fashion seperti itu, keren dan macho bagi mereka. Tapi bagi orang tua atau kelompok tertentu menganggapnya urakan, begajul dan gak sopan.

Bagaimana menurut mu?

Mari kita cari tahu sedikit tentang sejarah trens style fashion jins sobek-sobek ini seperti apa sih. Supaya kita bisa dapat ilmu sedikit mengenai style fashion ini. Supaya orang tua, generasi kolot juga memahami, tak hanya melarang.

Tren sobek-sobek atau dikenal dengan distressed mulai dikenal tahun 1980-an. Style ini dipopulerkan oleh grup² musik rhythm & blues (R&B).

Ilustrasi gambar diambil dari Google. 

Pada era itu trend fashion adalah dalam rangka untuk menarik perhatian, dimana  fashion dengan warna mencolok dan norak jadi pilihan, begitupun dengan trend sobek-sobek.

Tahun 90-an, makna penggunaan fashion ini berubah. Fashion ini mulai digunakan oleh kelompok grunge dan punk, dalam usaha mereka menujukan sikap anti-fashion, dan kampanye anti-kemapanan dengan memakai busana seadanya, ya ada yang sobak-sobek ini digunakan juga. Grup² musik seperti Nirvana dan Green Day dan beberapa grup musik lainnya memilih fashion ini.

Hingga akhirnya semakin waktu ke sini, trend fashion ini digunakan karena memang pemakaianya nyaman menggunakannya.  Tidak untuk menunjukan apapun tapi karena memang nyaman menggunakannya. Hanya saja pada akhirnya juga berbenturan pada norma tertentu, menganggap apa yang dikenakan itu aneh dan gak sopan.


Nah sekarang kita bahas menurut apa yang saya rasakan, atau dari kacamata pribadi saya.

Soal celana sobek terutama untuk celana jenis jins ini menurut saya sebenarnya tidak sengaja disobek begitu saja, diawali dengan ketidaksengajaan. Sebenarnya celana itu memang sudaj tipis dan memang ada koyak sedikit, lama kelamaan karena masih dipakai, celana itu entah tersangkut atau tergesek sesuatu membuatnya semakin sobek melebar.

Itu saya alami sendiri, dan memang begitu kronologisnya. Mana mungkin sih celana baik² saja, lalu disobek hanya karena model ingin seperti itu. Ya bisa saja ada yang melakukannya, tapi tidak dengan saya.

Tapi, ada yang tidak begitu suka dengan fashion seperti ini. Siapa mereka? Mereka adalah orang² tua, mereka yang agak kolot melihat kesopanan dari sisi pakaian.

Memang sih jika digunakan untuk acara formal resmi rasanya kurang pas juga. Tapi seadainya untuk main, why not?

Untuk saya sendiri pribadi inginnya ya celana itu tidak sobek, jika dibuang itu eman² karena celana itu masih bisa dipakai sebenarnya, sobek pun bukan di tempat yang terlalu ekstrim. Jika pun celana itu dipotong makin tak layak dipakai untuk acara yang lebih asyik, jadi aneh. Iya kalau ada dana lebih, celana itu bisa dipensiunkan, jika tidak, siapa yang mau belikan?

Kalau saya pribadi pada akhirnya karena norma dan adat yang sudah terbentuk dalam masyarakat kita menilai bahwa celana sobek itu identik dengan ketidaksopanan, urakan, begajul dan segala macam hal buruk, saya pikir menggunakan celana dengan style itu jarus tepat.

Misalnya, ketika akan bermain ke rumah teman yang ada keluarganya, ya celana itu jangan dipakai. Jika mau ngapel ke rumah pacar ya celana itu jangan dipakai. Jika acara² resmi, atau acara keluarga juga hendaknya tidak memakai model sobek.  Ke gereja apa lagi ya hendaklah jangan pakai, karena kurang etis saja, mau ketemu Tuhan koq seperti kurang pantas gitu, meski itu adalah style. Celana itu hanya cocok untuk acara lapangan, ke mall, atau nongkrong, dimana tidak melibatkan mereka yang punya masalah dengan "kesopanan" menurut mereka sendiri.

Itu sih menurut saya. Kalau kalian punya pendapat sendiri mengenai hal ini? Jelas bagi kaum muda pendapatnya bisa berbeda atau sama dengan saya. 

Jika mungkin ada kaum tua yang punya pandangan bersebrangan ingin juga mendengar atau membaca pandangan mereka.

Pada intinya saya setuju dengan pandangan soal kesopanan, tetapi hendaklah memahami sisi yang lain. Dan kita yang mungkin suka dengan style ini diharap pintar menempatkan diri, kapan harus berpakaian yang sesuai.

Karena bagi saya, cara ini perlu diakali. Pada dasarnya, jika punya uang lebih, memilih celana yang gak sobek itu lebih penting, fashion style celana sobek bukan saya banget. Tapi jika celana baik lalu sobek secara tidak sengaja, ya mau gak mau saya punyanya itu. Gak terlalu buruk jika saat² tertentu saja celana itu dipakai. SSDK

Kamis, 19 Agustus 2021

Karung Goni, Jadi Bahan Pakaian Jaman Penjajahan

Siapa yang punya kakek nenek yang hidup dijaman penjajahan, dan pernah berbagi cerita tentang masa penjajahan? Ya entah jaman Belanda atau jaman Jepang, mau siapapun negaranya namanya tetap penjajah, hidup dijaman itu pastilah sulit.

Kebutuhan sandang, pangan dan papan itu sudah pasti sulit diperoleh, kalau pun punya ya pasti dirampas atas dasar nafsu penjajah itu tadi.

Untuk urusan sandang saja bangsa kita jaman dulu tidak ada akses, bahkan bangsa kita harus menggunakan bahan karung goni untuk dijadikan bahan pakaian. Cerita² kesengsaraan jaman penjajahan bisa kita peroleh dari orang² yang jadi saksi hidup pada masa itu, ya salah satunya kakek nenek.

Ilustrasi saat jaman penjajahan, gambar diambil dari Google

Kalau mimin kebetulan punya kakek nenek hidup dijaman yang lebih baik. Ada sih kakek yang punya cerita pernah disiksa oleh tentara Jepang.

Karena blog ini membahas soal fashion, tentunya mimin akan bahas soal sandang yang saat itu gak asing dikalangan rakyat jelata korban penjajahan, yaitu pakaian berbahan karung goni.

Tahu kan karung goni? Itu lho packaging material berbahan kain rajut untuk digunakan menyimpan bahan makanan, bisa tepung, bisa biji kopi, atau biji-bijian lain, beras, gula dll.

Pada jaman Jepang, penjajahan terhadap bangsa kita sangatlah kejam, bahkan melebihi apa yang dilakukan tentara Belanda. Kerja paksa jaman Jepang dikenal dengan romusha. Pekerja² paksa romusha itu dipekerjakan untuk pekerjaan² berat, pembuatan jalan, infrastruktur kereta api, dan banyak hal pekerjaan sipil.

Mereka dipekerjakan tanpa upah dan kelayakan seorang manusia, pangan dan sandang diabaikan. Tak ayal hanyak yang mati kelaparan, kemudian untuk melindungi tubuh mereka tak diberikan pakaian laik pakai.

Karung gonilah yang akhirnya mereka gunakan sebagai pelindung tubuh disaat panas dan saat dingin. Hmm, membayangkan jaman saat itu, betapa sengsaranya rakyat kita pada jaman penjajahan.

Namun kini, kita hidup dijaman merdeka, dimana kita mau cari apa saja ada. Karung goni bahkan kini jadi trend fashion unik lho. Tentunya pakaian dari karung goni jaman penjajahan dan yang jadi trend fashion masa kini berbeda sekali.

Ilustrasi, kain goni. Gambar diambil dari Google.

Kain goni atau kain burlap atau sering disebut karung goni, karena lebih sering kita lihat digunakan sebagai karung, merupakan bahan kain kasar, umumnya memang digunakan untuk membuat karung atau kantung penyimpanan.

Awalnya kain ini ditenun dari bulu kambing yang berwarna gelap, ada juga kain goni yang terbuat dari serat jute. Serat jute merupakan serat alami yang digunakan setelah kapas, sebagai bahan material kain atau bahan tekstil. Serat ini diperoleh dari kulit batang pohon bast fibre. 

Ini dia tanaman yang diambil seratnya yang disebut serat jute, ini gambar diambil dari Google Image, klik tautan untuk terhubung ke sumber gambar.

Selain terbuat dari yang tersebut di atas, kain goni ada pula yang terbuat dari serat rosela. Karakteristik kain goni yang terbuat dari serat rosela ini mempunyai sifat yang kuat karena ditenun menggunakan bahan dasar serat yang tebal sehingga tidak mudah putus.

Saat ini kain goni masih tetap diproduksi, untuk kemasan karung dan kantong, selain itu juga untuk bahan baku penunjang industri rotan dan meubel.  Selain itu kain goni ini juga digunakan untuk support industri aksesoris seperti tas belanja, hand bag, tote bag, taplak meja dll. Selain itu kain goni juga dimanfaatkan untuk hiasan interior, hiasan kaligrafi, hiasan dinding, bahkan kain goni ini dijadikan kanvas untuk membatik lho. Namun untuk penggunaan sebagi kanvas membatik.


Itu dia bahasan singkat soal kain goni yang dijadikan bahan pakaian pada jaman penjajahan. Bahasannya masih seputar tentang kemerdekaan, jadinya ya bahas sedikit menyerempet ke tema nasionalis tapi ada info yang berhubungan dunia pertekstilan.

Semoga bisa menambah pengetahuan saja sih, segitu saja deh sharing dari mimin, sampai jumpa dicatatan mimin yang lainnya. FN

Rabu, 18 Agustus 2021

Bendera Pusaka Dijahit Oleh Fatmawati dari Katun Jepang

Saat momen kemerdekaan Indonesia, setiap tahun kita selalu diingatkan tentang sejarah. Sejarah bagaimana proses kemerdekaan Indonesia itu terjadi.

Itu semua berkat kolaborasi antara generasi muda dan generasi tua. Jika tidak ada kolaborasi keduanya, rasanya Indonesia masih belum merdeka. Tentunya juga ada keberuntungan kala itu kondisi Jepang yang kalah perang dari Sekutu, jadi momen yang pas untuk memproklamirkan kemerdekaan.

Ada hal sejarah yang selalu ditanya ketika kemerdekaan, siapa penjahit bendera pusaka yang digunakan pada upacara proklamasi kemerdekaan?

Ilustrasi mesin jahit untuk menjahit bendera pusaka merah putih saat persiapan proklamasi kemerdekaan, sumber gambar Google.

Ibu Fatmawati adalah istri dari Ir. Soekarno atau kita mudah menyebutnya Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia.

Beliau ini adalah perempuan kelahiran Bengkulu. Merupakan keluarga dari salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu PP Muhammadiyah. Kedua orang tuanya aktif di Muhammadiyah, walaupun pada masa itu PP Muhammadiyah belum memiliki cabang di luar Jawa.

Bung Karno menikahi Ibu Fatmawati tahun 1943. Sejak saat itu pula Ibu Fatmawati tinggal di Jakarta. 

Pada persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, Ibu Fatmawati membuat bendera merah putih dari kain katun Jepang. Kain itu dimintakan Bung Karno kepada Shimizu, Kepala Barisan Propaganda Jepang (Sedenbu). Kain itu diambil oleh Chairul Nasri dari gudang di Jl. Pintu Air. Kain yang dijahit itu berukuran 276 x 200 cm.

Untuk kain berwarna merah menurut sejarahnya itu diambil dari kain tenda dari warung soto.

Jadi awalnya Ibu Fatmawati telah membuat bendera merah putih sebelumnya, namun bendera itu kekecilan, oleh karena bahan kain warna merah kurang, disuruhlah pemuda Indonesia (Lukas Kustaryo) untuk mencarikan kain warna merah, dan diperolehlah kain dari tenda warung soto. Begitu cerita uniknya dari proses terbentuknya bendera pusaka merah putih yang kini sudah jadi benda sejarah.

Bendera yang dijahit Ibu Fatmawati digunakan untuk dikibarkan pada 17 Agustus 1945 saat upacara proklamasi di Jl. Pegangsaan Timur 56 (saat ini Jl. Proklamasi).

Bendera pusaka itu dikibarkan hanya pada saat upacara hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus saja, dari tahun 1946-1968. Bendera pusaka ini terakhir dikibarkan tahun 1969, bendera pusaka itu kini disimpan di Istana Merdeka. Kondisi saat ini bendera pusaka tersebut sudah sobek, dan kini menjadi benda sejarah nasional.

Sesudah tahun 1969 bendera yang dikibarkan saat HUT Kemerdekaan RI adalah bendera duplikat yang terbuat dari bahan sutera dengan ukuran 300 x 200 cm.

Itulah kira² sejarah bendera pusaka RI yang dijahit oleh Ibu Fatmawati. Nama beliau akan terus dikenang setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI, karena jasa beliau ikut berperan dalam terlaksananya proklamasi RI. Masih banyak pihak yang berperan dalam kemerdekaan. Namun, karena ini blog tentang dunia fashion, yang mimin bahas yang ada hubungannya dengan itu saja.


Kain Katun Jepang
Oh ya tadi disebutkan penggunaan kain katun Jepang. Kain katun Jepang merupakan bahan tekstil buatan negara Jepang, atau dibuat di negara lain tapi sudah mendapatkan lisensi dari negara asalnya.

Karakter kain katun Jepang mempunyai tekstur halus, lembut, ringan, tidak berbulu. Jika digunakan untuk pakaian, kain katun Jepang efektif untuk menyerap keringat. Kain katun Jepang dibuat dari 100% bahan organik.

Bahan serupa dengan katun Jepang ini adalah katun biasa atau kain rayon. Bagi orang awam akan sangat sulit membedakan keduanya, karena hampir mirip.

Namun bagi orang awam, untuk membedakannya, biasanya kain katun Jepang memberikan watermark "Japan Design" dan memberikan kode warna kain pada bagian sisi ujungnya.

Ini ilustrasi kain katun Jepang, terlihat tulisan Japan Design, gambar diambil dari Google.

Jadi jangan heran jika kain katun Jepang punya harga yang relatif lebih mahal. Biasanya digunakan untuk bahan untuk membuat pakaian blouse, mukena, hingga sprai. Karena bahan kain ini cukup nyaman jika dikenakan, nyaman di kulit pemakainya.

Segitu saja sharing dari mimin, semoga informasinya bisa bermanfaat, sekalian mengingat lagi tentang sejarah nasional. Sampai jumpa dicatatan lainnya lagi, salam kemerdekaan, merdeka!!! FN

Kamis, 22 Juli 2021

Mengenal Asal Usul Menyulam dan Sedikit Nostalgia

Ketika mendengar kata 'menyulam', mimin seperti terbawa ke masa lalu, ke masa dimana ketika mimin masih mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun, mungkin kalau tidak salah jaman mimin masih sekolah menengah pertama.

Kala itu ada mata pelajaran kesenian, dimana ada tugas untuk menyulam. Mimin tidak begitu suka, meskipun mimin punya ibu yang cukup paham soal jahit-menjahit, tapi mimin tidak begitu menyukainya kala itu. Meski begitu tugas kerajinan itu tetap selesai, ya dengan bantuan ibu juga sih pada akhirnya.

Menyulam merupakan salah satu proses produksi dalam kerajinan tekstil. Menyulam bisa disebut juga membordir. Tapi pada umumnya menyulam dilakukan dengan tangan dan membordir lebih dikenal dilakukan dengan mesin, yaitu mesin jahit atau mesin khusus bordir.

Menyulam adalah proses memperindah penampilan permukaan kain. Seperti pelukis yang memperindah kanvas putih dilukis dengan cat dan kuas, sedangkan menyulam menggunakan benang dan jarum. Bahan dasarnya, benang ini dari wol, linen dan sutera.

Proses sulaman sendiri terbagi menjadi lima jenis antara lain sulam datar, sulam terawang, sulam timbul, sulam benang dan sulam kiraan jahitan. Ups, sulam bibir gak masuk hitungan ya, ini hanya intermesso.

Hal pelajaran yang saya ingat dalam sulam-menyulam ini, ada beberapa teknik tusukan dalam proses merajut benang, kalau gak salah ingat itu ada tusuk jelujur, tikam jejak, tusuk silang, flanel, feston, rantai, batang, dll. Mari kita coba mundur kebelakang, mencari tahu dan memahami sejarah dari kerajinan satu ini.

Ilustrasi kegiatan menyulam. Gambar diperoleh dari Google Image



Sejarah Menyulam
Seni menghias atau menyulam ini pertama kali ditemukan di Mesir. Menyulam diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-14 sebelum masehi.

Dibeberapa kebudayaan, menyulam ini biasanya jadi kewajiban untuk gadis-gadis yang akan menikah harus menyulam pakaiannya sendiri untuk upacara pernikahan.

Di China sendiri, tercatat dalam dokumen sejarah, sulaman dikenal sekitar tahun 2255 SM (baca: sebelum masehi). Hasil sulaman banyak dihasilkan dijaman Dinasti Chang (1766-1122 SM), menggunakan benang emas dan perak, guna menghiasi jubah kaisar yang berbahan sutera hitam.

Pada masa Dinasti Chou (475-221 SM) bentuk sulaman relatif sederhana. Seiring waktu, pla motif sulaman makin artistik pada masa Dinasti Han (206-22 SM) dimana pada masa itu Tiongkok mengalami masa keemasannya.

Selanjutnya pada masa Dinasti Ming (1368-1644) seni sulaman mulai berkiblat ke bisnis dan profesionalisme. Selain di China dan Mesir, perkembangan sulam-menyulam ini juga terjadi di Persia Purba, Babilonia, Israel dan Suriah. Bahkan Eropa pun tak luput mengalami perkembangan sulaman ini, dimana motif-motif dekorasi meluas di kawasan Kekaisaran Roma bagian timur. Jubah-jubah di lingkungan istana, biara-biara, hiasan dinding dan perlengkapan rumah tangga tak lepas dari seni sulaman ini. Bahkan di Inggris, keterampilan menggunakan jarum teknik tinggi jadi keterampilan prasyarat seorang putri bangsawan.

Di Indonesia sendiri kerajinan sulaman ini masuk melalui pedagang-pedagang China pada abad ke-18 masehi. Produk tekstil hasil sulaman ini pada awalnya hanya dikenakan oleh mereka yang bergelar bangsawan atau anggota kerajaan saja. 

Dalam kamus bahasa Indonesia, kata 'sulaman' berarti suji atau tekad. Iya karena memang benar, dalam proses menghasilkan produk tekstil sulaman ini membutuhkan tekad dan niat yang ekstra, karena memang benar-benar membutuhkan jiwa seni yang tinggi.

Tuntutan permintaan akan hasil karya sulaman ini akhirnya menutut kecepatan, dan otomatisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Revolusi industri (1750-1850) yang terjadi di Eropa memulai perkembangan proses sulaman menggunakan mesin, yang kita kenal dengan mesin bordir.

Mesin bordir pertama adalah Hand-Embroidery Machine ditemukan di Prancis tahun 1832 oleh Josue Heilmann. Mesin tersebut menggunakan kombinasi mesin tenun dengan tenaga wanita yang menyulam tekstil dengan tangan.



Untuk saat ini, sulam lebih dilakukan untuk hobi, tapi jika hasilnya baik, bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan jika dijual. Kreasi inovatif dan menarik tentunya memberikan nilai jual tersendiri terhadap karya seni satu ini.

Ingatkan benda satu ini, hope ring sulam? Ini dia yang tidak bisa dilepaskan ketika kita sedang mengerjakan kerajinan sulam tradisional menggunakan tangan. Ketika kecil saya sering menggunakan alat ini alih-alih sebagai simpai emasnya kera sakti. Ada-ada saja ya ulah anak-anak ketika kecil. Barulah setelah saya sekolah, baru tahu fungsi kegunaannya.

Berikut ini apa saja sih yang perlu disiapkan untuk menyulam tradisional menggunakan tangan, yang sering biasa dilakukan di rumah tangga atau kerajinan tugas sekolah:
# Siapkan jarum sulamnya, itu yang penting, kalau karena ini adalah salah satu alat utama dalam menyulam, seperti kuas dan cat.

# Selanjutnya adalah siapkan benangnya, sama seperti mau melukis, jika tidak ada catnya, mana bisa menghasilkan lukisan yang indah. Untuk itu dalam menyulam diperlukan benang berwarna-warni sesuai kebutuhan pola dan motif yang akan dibuat.

# Widangan atau bentang atau hope ring sulam. Ini bisa terbuat dari bahan kayu atau plastik.

Ini dia yang namanya widangan atau hope ring sulam, dulu saya gunakan alat ini untuk mainan sebagai simpay emas kera sakti. Kadang ibu sering ribut saja mencari alat ini karena dibuat mainan kita anak-anaknya. Gambar diperoleh dari Google Image

# Gunting, itu sudah pasti harus disiapkan, untuk motong-memotong menggunakan apa kalau tidak menggunakn gunting.

# Rader dan karbon jahit. Alat ini digunakan untuk menggambar pola pada bahan kain. Rader merupakan alat seperti pena tapi bergerigi dan karbon jahit berfungsi sebagai alas ketika rader digunakan, dimana akan memberikan warna atau jejak rader pada kain.

Alat ini juga tak luput untuk mainan mimin dulu ketika masih kecil, saya gunakan untuk motor-motoran ceritanya (diimajinasi), saya tekan ke sofa kain, ke tembok, ke lemari kayu. Karena aktivitas ini sering saya dimarahi karena menimbulkan bekas dipermukaan yang saya tekan menggunakan alat ini, secara alat ini kan seperti gerigi besi. Gambar diperoleh dari Google Image

# Bidal merupakan alat bantu untuk melindungi tangan dari tusukan jarum, alat ini juga bisa digunakan sebagai alat bantu mendorong jarum ketika sulit menusuk kain.


Ini model bidal, ada yang seperti gambar yang atas dan seperti gambar ini. Gambar diperoleh dari Google Image

# Unpicker merupakan alat pendedel jahitan, berfungsi membuka atau membongkar jahitan yang kurang tepat.

Ini dia yang namanya unpicker. Gambar diperoleh dari Google Image

# Kapur jahit digunakan untuk memberi tanda batas pemotongan pada pola. Ini kapur jahit ya, bukan kapur semut lho. Lagi-lagi intermesso lho.

# Alat bantu pemasang benang. Nah ini sih lebih ke oposional, sebagai alat bantu saja untuk memasukan benang ke jarum, biasanya kan kalau yang matanya sudah rabun agak sulit tuh memasukan benang ke jarum, dengan alat bantu ini akan mempermudah.

Ini dia alat bantu untuk memasang benang, mimin dulu pertama kali mendapatkan alat ini ketika ditawarkan oleh pedagang asongan ketika pertama kali ke Jakarta, mimin bawa alat ini ke ibu mimin dan beliau sangat terbantu dengan alat ini. Gambar diperoleh dari Google Image


Itulah dia kira-kira cara mimin bernostalgia masa sekolah dulu ketika mengingat kata 'menyulam'. Sekalian merefresh dan menambah pengetahuan. Kebetulan, masa pandemi ini memaksa orang untuk stay at home.  Jika hanya di rumah tanpa melakukan sesuatu yang tidak produktif rasanya sia-sia ya. Hmm, dengan menyulam ini sepertinya bisa jadi salah satu cara sih mengisi kegiatan yang produktif, sekalian juga membangkitkan memory nostalgia, terutama bagi yang pernah senang dengan aktivitas atau hobi satu ini.

Segitu saja sharing dari mimin ya, siapa tahu bisa membangkitkan memory masa lalu kalian semua ya, yang kebetulan mampir ke blog ini. Sampai jumpa lagi dicatatan lainnya, ya masih gak jauh-jauh dari serba-serbi jarum dan benang.

Selalu jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak, ingat 5M ya. Salam sehat selalu. FN

Rabu, 21 Juli 2021

Mencari Tahu Tentang Jarum Jahit

Jarum, merupakan salah satu komponen penting dalam urusan jahit menjahit. Bentuknya batang besi, kecil dan tajam, di belakangnya ada lubang untuk menempatkan benang. Pernahkah bertanya, dari mana asal-usul jarum ini?

Mimin SSDK sih bertanya dalam hati, oleh karena itu mimin cari tahu dan berbagi di sini. Mari kita simak bersama ya.

Ilustrasi sebuah jarum jahit tangan yang sudah dimasukan benang, siap untuk digunakan. Sumber gambar diambil dari Google

Jadi jangan dipikir bahwa jarum itu ditemukan oleh manusia modern. Jangan bayangkan seperti lampu bohlam yang ditemukan atau diciptakan oleh Thomas Alfa Edison. Jarum itu justru sudah ditemukan jauh² sebelum manusia modern hidup dan berbudaya.

Manusia jaman pra sejarah sudah memahami kebutuhan akan jarum, dan fungsi jarum itu sendiri. Meskipun jarumnya berbeda dengan jarum modern yang kita kenal.



Pada tahun 2016 lalu kanal berita swasta nasional menginformasikan bahwa telah ditemukan sesuatu yang diduga jarum, di sebuah gua di daerah Siberia. Barang yang diduga jarum itu masih bisa dipergunakan. Diperkerikan jarum tersebut berusia lebih dari 50.000 tahun.


Jarum tersebut terbuat dari tulang burung purba. Para ahli Rusia memperkirakan jarum tersebut dibuat bukan oleh Homo sapiens atau Neanderthal, melainkan oleh spesies manusia purba generasi sebelumnya lagi yang telah lama punah yaitu Denisovans.

Jarum yang ditemukan ini mempunyai ukuran 3 inchi, lengkap dengan lubang benang. Merupakan jarum purba yang terpanjang yang pernah ditemukan. 

Jarum lainnya terbuat dari tulang hewan dan kayu. Jarum pra sejarah lainnya yang terbuat dari tulang ditemukan setelah penggalian di daerah Alby, Swedia, diperkirakan jarum temuan itu berasal dari 6000 tahun sebelum masehi.

Jarum jahit masa prasejarah masih sangatlah kasar, tidak seperti jarum jahit modern. Namun fungsinya hampir sama yaitu menyatukan dua bahan lembar menjadi pakaian. Kalau jaman purba dulu, lembarannya adalah kulit hewan. Sedangkan jaman modern bahan tersebut adalah kain atau juga kulit hewan seperti kulit buaya, sapi, kambing dll.




Jarum jahit modern terbuat dari logam, kawat baja karbon tinggi yang dilapisi nikel atau emas, yang berguna untuk mencegah karat. Jarum jahit modern mulai dikenal sekitar abad ke-14.

Jarum jahit modern punya ukuran yang beragam, dimana dinyatakan dengan nomor. Berdasarkan konvensi, makin kecil nomor jarum maka makin besar ukuran jarumnya. Misalnya jarum no. 1 punya ukuran lebih panjang dan diameter lebih besar. Sedangkan jarum no. 10 punya ukuran lebih pendek dan diameter lebih kecil.

Jarum jahit untuk tangan berbeda dengan jarum jahit untuk mesin. Jarum jahit untuk jahit menggunakan tangan ukurannya lebih kecil untuk diameternya, sedangkan jarum jahit untuk mesin jahit punya diameter lebih besar.


Seiring perkembangan waktu jenis² jarum untuk jahit banyak ragamnya, berikut ini beberapa jenis jarum, sbb.:
# Jarum sharp (jarum serbaguna). Jarum jenis ini biasanya digunakan untuk menjahit menggunakan tangan. Ukurannya panjang dengan diameter kecil, dari 1,6 inchi - 2,4 inchi.



# Jarum bordir atau jarum wol. Jarum ini modelnya serupa dengan jarum sharp hanya punya ukuran diameter lebih besar, mata jarum lebih panjang agar mudah memasukan beberapa helai benang sekaligus, dari benang wol.



# Jarum mesin jahit. Baik untuk mesin jahit manual, semiotomatis dan otomatis.



# Jarum mesin jahit industri.



# Jarum mesin obras. Jarum mesin obras ini lebih pendek dari jarum mesin jahit pada umumnya. Pada mesin obras, digunakan tiga batang jarum sekaligus. Jenis jarum yang dipakai berkode DCx1, DCx27, B27.



# Jarum kembar. Jarum ini punya dua mata jarum.



# Jarum tapestri. Jarum jenis ini punya mata jarum besar dan ujung jarum tumpul untuk membordir. Jarum jenis ini ada yang punya dua mata jarum sekaligus.




Tidak banyak informasi yang mimin bisa peroleh dari mencari tahu asal-usul jarum jahit ini. Yang jelas, manusia pra sejarah sudah mengenal alat bantu satu ini untuk merajut bahan yang kita kenal sekarang sebagai pakaian. Hanya saja bentuk fisik jarum dulu dan sekarang berbeda. Ditambah lagi jenis jarum modern banyak ragamnya.

Segitu dulu sharing informasi dari mimin SSDK. Kalau ada kurang² dan mimin dapat info tambahan akan mimin tambahkan. Sampai jumpa di postingan berikutnya. SSDK